JOMBANG – SMPN 2 Megaluh mengalami kebakaran pada Sabtu (22/8) siang.
Api muncul dari bagian atas gedung sekolah tepatnya di ruang lobi sekolah di sisi ruang guru, dan diduga dipicu korsleting listrik pada kabel lama.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMPN 2 Megaluh, Abdul Gofur, mengatakan api pertama kali terlihat sekitar pukul 13.45 WIB.
Saat itu, dua guru yang berada di lokasi melihat adanya percikan dan lelehan api dari bagian atap gedung.
”Api mulai terlihat untuk pertama kalinya pukul 13.45 WIB.
Dua orang guru melihat adanya percikan dan lelehan api dari atap gedung yang bagian plafonnya telah runtuh.
Kebakaran diduga kuat dipicu korsleting listrik,” ujar Gofur.
Pihak sekolah sempat berupaya melakukan pemadaman secara mandiri menggunakan peralatan yang tersedia.
Namun, upaya tersebut belum berhasil mengendalikan kobaran api.
Sekitar pukul 14.20 WIB, petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan penanganan.
Api kemudian berhasil dikendalikan dan dipadamkan seluruhnya dalam waktu sekitar 15 menit.
Baca Juga: Tercatat Ada 72 Kebakaran di Jombang Sepanjang 2026, Beberapa Kecamatan Ini Jadi yang Terbesar
Gofur memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Kerusakan material terjadi pada bagian struktur atap dan plafon gedung.
”Korban jiwa maupun luka tidak ada.
Kerugian material berupa kerusakan pada struktur atap dan plafon gedung,” katanya.
Pihak sekolah juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang.
Sementara terkait perbaikan, sekolah masih menunggu hasil koordinasi dengan dinas.
”Masih nunggu koordinasi dulu,” imbuh Gofur.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Eko Sisprihantono, membenarkan kebakaran tersebut diduga berkaitan dengan korsleting listrik.
Menurut Eko, saat kejadian sejumlah guru sedang berada di sekolah karena terdapat kegiatan karnaval desa.
Salah satu guru bahkan sedang mengikuti kegiatan melalui Zoom di lobi sekolah, ketika itu listrik tiba-tiba padam.
”Di area lobi itu ada guru yang sedang Zoom.
Terus lampunya mati.
Setelah dinyalakan, kipas anginnya tidak bisa menyala.
Setelah itu dilihat ke luar, ternyata ada tetesan api dari atas,” jelas Eko.
Setelah dilakukan pengecekan, sumber api diketahui berada di bagian atas plafon, tepatnya pada instalasi kabel listrik lama.
Eko menyebut kabel tersebut berukuran kecil dan diduga mengalami korsleting.
”Kabel lama itu korslet.
Hanya di bagian atas saja,” katanya.
Eko memastikan kebakaran tidak sampai mengakibatkan kerusakan parah pada bangunan maupun barang-barang di dalam sekolah.
Rangka atap disebut masih dalam kondisi utuh.
”Rangka atapnya masih utuh.
Tidak ada barang yang terbakar.
Aman semua,” tegasnya.
Eko mengatakan pihaknya masih menunggu laporan tertulis dari sekolah yang dijadwalkan disampaikan pada Senin (24/8).
Setelah laporan diterima, dinas akan melihat kebutuhan perbaikan serta kemungkinan penanganan melalui anggaran yang tersedia.
”Senin nanti lihat laporan tertulis dari SMP.
Kalau bisa ditangani dinas, ditangani dinas jika ada anggarannya," ujarnya.
Eko memperkirakan nilai kerugian akibat kejadian tersebut tidak terlalu besar, yakni kurang dari Rp 20 juta.
Kendati demikian, pihaknya tetap akan melakukan pengecekan dan menentukan langkah perbaikan berdasarkan kondisi bangunan di lapangan. (wen)
Editor : Anggi Fridianto