JOMBANG – Sejumlah laporan bentrokan antarkelompok pemuda diduga pesilat dengan warga di sejumlah kecamatan di Kabupaten Jombang pada Sabtu (15/8) malam masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Hingga kini polisi belum menetapkan tersangka.
Kasatreskrim Polres Jombang AKP Magribi Agung Saputra tak menampik pihaknya telah menerima sejumlah laporan kasus dugaan pengeroyokan dan perusakan yang terjadi di beberapa titik, mulai Kecamatan Gudo, Kabuh, Jombang, hingga Bandarkedungmulyo.
Polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara.
Beberapa pihak juga telah dimintai keterangan untuk mengungkap ke arah pelaku.
”Untuk pelaporan sudah, dan kami juga sudah melakukan pemeriksaan. Kasusnya sedang dalam penyelidikan,” ujarnya, Kamis (20/8).
Menurut Magribi, laporan yang masuk berkaitan dengan dugaan penganiayaan hingga perusakan sebagai buntut bentrokan antarkelompok.
Hingga kini, polisi masih mengumpulkan keterangan sejumlah pihak untuk mengungkap rangkaian peristiwa tersebut.
”Seluruhnya masih dalam lidik,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah bentrokan terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Jombang sepanjang Sabtu (15/8) hingga Minggu dini hari.
Di Kecamatan Gudo, bentrokan terjadi diduga melibatkan rombongan pesilat yang melakukan konvoi dengan warga pada Sabtu (15/8) malam.
Belum diketahui pasti penyebab keributan.
Sejumlah warga Desa Plumbon Gambang dilaporkan mengalami luka-luka.
Baca Juga: Sempat Mencekam, Bentrokan Pendekar Juga Terjadi di Sambongdukuh hingga Denanyar, Ini Kata Polisi
Sejumlah rumah dan kendaraan juga rusak.
Kasusnya dilaporkan ke Polsek Gudo. ”Kami sudah membuat laporan polisi,” ungkap Kades Plumbon Gambang Nurwakit.
Insiden Bentrokan juga terjadi di Desa Sambongdukuh, Kecamatan Jombang pada Sabtu (15/8) malam.
Bentrokan diduga melibatkan dua kelompok pemuda diduga berasal dari anggota perguruan silat.
Belum diketahui penyebab bentrokan, termasuk ada tidaknya korban.
Kejadian bentrokan melibatkan dua kelompok pemuda diduga dari perguruan silat juga terjadi di Desa Kedungjati, Kecamatan Kabuh pada Sabtu (15/8).
Rombongan konvoi pesilat yang hendak pulang menuju wilayah Kabupaten Lamongan diadang sekelompok pemuda.
Tanpa alasan yang jelas terjadi bentrok. Sejumlah peserta konvoi disebut mengalami luka-luka.
Bahkan salah satu motor peserta konvoi hangus dibakar.
Kasusnya dilaporkan pihak berwajib.
Bentrokan juga terjadi di Desa Plosogeneng, Kecamatan Jombang pada Sabtu malam.
Sejumlah warga mengalami luka-luka diduga menjadi sasaran pengeroyokan kelompok pemuda diduga dari perguruan silat.
Salah satu korban dikabarkan mengalami luka berat di bagian kepala hingga harus menjalani operasi. (riz/naz)
Editor : Anggi Fridianto