Pria Ceburkan Diri ke Sungai Brantas Jombang Ternyata Perangkat Desa, Benarkah Gegara Motif Asmara?

Achmad RW • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 14:14 WIB
Petugas BPBD Jombang melakukan pencarian kepada jasad korban
Petugas BPBD Jombang melakukan pencarian kepada jasad korban

RadarJombang.id – Fakta baru terungkap di balik hilangnya DS, 27, yang menceburkan diri ke Sungai Brantas, perbatasan Desa Jatigedong, Kecamatan Plodo dan Desa Kepuhdoko, Kecamatan Tembelang, Jombang.

Pria asal Desa Gedongombo, Kecamatan Ploso, itu ternyata merupakan perangkat desa yang menjabat sebagai Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra).

Kepala Desa Gedongombo Lasiman membenarkan identitas korban. Menurutnya, DS merupakan salah satu perangkat yang bertugas di Pemdes Gedongombo.

Baca Juga: Naik Perahu, Pria di Ploso Jombang Ceburkan Diri ke Sungai Brantas Bersama Motor

"Jadi memang benar, yang menceburkan diri itu adalah perangkat desa saya. Menjabatnya juga semenjak Desember 2024 lalu, bisa dibilang masih baru memang," ujar Lasiman, Senin (17/8).

Lasiman mengaku pihak desa tidak mengetahui persoalan yang dihadapi DS sebelum kejadian. Informasi yang diterima pihak desa, korban sudah menceburkan diri ketika berada di atas perahu yang menyeberangi Sungai Brantas.

"Kita juga tidak tahu awalnya. Kita tahunya juga dia sudah menceburkan diri ke Sungai Brantas itu saat sedang naik perahu," katanya.

Baca Juga: Misteri Jasad Perempuan di Sungai Brantas Jombang Belum Terpecahkan, Polisi Sebar Ciri-Ciri Korban

Disinggung mengenai kemungkinan pemicu aksi tersebut, Lasiman menyebut pihaknya hanya mengetahui adanya persoalan keluarga.

Sementara itu, kabar yang beredar di masyarakat menyebut DS menceburkan diri lantaran hubungan asmaranya tidak mendapat restu untuk menikah.

Lasiman membenarkan kabar tersebut memang tengah beredar. Namun, dia menegaskan belum dapat memastikan apakah persoalan asmara tersebut benar menjadi pemicu korban menceburkan diri ke Sungai Brantas.

"Kalau yang saat ini beredar isunya memang seperti itu. Namun, apakah pasti itu kami juga tidak bisa memastikan," tegasnya.

Lasiman juga memastikan Dimas masih berstatus lajang. Korban belum pernah menikah. "Dia sendiri statusnya bujangan, memang belum menikah," jelasnya.

Hingga Senin sekitar pukul 14.00, DS masih belum ditemukan. Tim gabungan masih melakukan pencarian di sepanjang aliran Sungai Brantas. 

"Sampai pukul 14.00 ini dia juga belum ditemukan. Upaya pencarian masih dilakukan petugas gabungan. Semoga saja bisa segera ditemukan jasadnya," pungkas Lasiman.

Baca Juga: Embung Grojokan Jombang Bocor, BBWS Brantas Turun Tangan Lacak Sumber Kebocoran

Diberitakan sebelumnya, DS diketahui menceburkan diri ke Sungai Brantas pada Minggu (16/8) sekitar pukul 16.30. Saat itu, dia tengah menyeberangi sungai menggunakan perahu dari arah selatan Desa Kepuhdoko menuju utara Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso, sambil membawa sepeda motor Honda Mega Pro.

Saat perahu baru menempuh sekitar seperempat perjalanan, Dimas tiba-tiba menceburkan diri bersama sepeda motornya. Dua saksi yang melihat kejadian tersebut sempat berupaya menolong dengan melempar rompi dan ban pelampung ke arah korban.

Namun, korban justru menyingkirkan kedua alat pelampung tersebut sebelum akhirnya tenggelam bersama sepeda motornya. Hingga kini, pencarian masih dilakukan petugas gabungan. (riz)

Editor : Achmad RW
Jombang pria perangkat desa sungai brantas Ceburkan diri