Bentrok Pesilat di Kabuh Jombang Pecah, Saling Lempar Batu hingga Motor Dibakar

Achmad RW • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 08:50 WIB
Aksi bentrokan perguruan silat di Jombang juga terjadi di kawasan utara brantas Jombang pada Sabtu (14/8) malam.
Aksi bentrokan perguruan silat di Jombang juga terjadi di kawasan utara brantas Jombang pada Sabtu (14/8) malam.

 

JOMBANG - Aksi bentrokan perguruan silat di Jombang juga terjadi di kawasan utara brantas Jombang pada Sabtu (14/8) malam.

Rombongan konvoi perguruan silat yang bergerak menuju utara, diadang kelompok perguruan silat lain hingga bentrokan pecah di Desa Kedungjati, Kecamatan Kabuh, Jombang.

Aksi lempar batu dan pertikaian itu, menyebabkan salah satu sepeda motor yang tertinggal dibakar massa.

MRA, 18, salah satu peserra konvoi bercerita kepada Jawa Pos Radar Jombang, aksi itu bermula ketika ia dan rombongannya tengah menempuh perjalanan pulang dari kegiatan di Tambakberas sekitar pukul 22.30.

Baca Juga: IPSI Gelar Jombang Open 2026, 550 Pesilat dari 13 Kabupten Ikutan

"Posisinya perjalanan pulang ke Lamongan, tapi memang sejak keberangkatan dari Tambakberas sudah terlihat ada serangan di beberapa titik," lanjutnya.

Meskipun dikawal pihak kepolisian, percobaan penyerangan tetap terjadi kepada mereka.

Hingga puncaknya saat masuk di wilayah Desa Kedungjati, sekelompok anggota perguruan silat yang lain, tiba-tiba saja menghadang mereka.

"Sepertinya sudah menyiapkan mereka, di depan Camino situ, dihadang, jalan sudah ditutup, polisi yang mengawal juga akhirnya berhenti ketika itu," lanjutnya.

Bentrokan pun tak terhindarkan di lokasi ini, massa antar perguruan silat itu, kemudian saling serang.

Menggunakan batu, kayu hingga senjata tajam, aksi tawuran itu berlangsung beberapa saat di lokasi itu.

"Banyak yang luka-luka, kena sajam ada, kena batu ada, akhirnya ya banyak yang menyelamatkan diri," imbuhnya.

Namun, upaya pergi dari lokasi pertikaian itu bukan hal mudah.

Suasana chaos, membuat banyak motor tumbang dan menyulitkan upaya putar balik.

"Karena yang depan sudah mandek, banyak yang berusaha putar balik termasuk saya, tapi karena motor jatuh, akhirnya saya lari dan menumpang motor peserta lain," imbuhnya.

Nahas, motor milik MRA yang tertinggal itu, akhirnya jadi sasaran amuk massa.

Honda Beat nopol S 2461 JCC miliknya pun dibakar massa di lokasi.

"Saya lari, tahunya motor kebakar itu paginya, diberitahu rekan lain, dan sudah dibawa ke Mapolsek Kabuh motornya," imbuhnya.

pBaca Juga: Sempat Mencekam, Bentrokan Pendekar Juga Terjadi di Sambongdukuh hingga Denanyar, Ini Kata Polisi

Kasus pengeroyokan dan pembakaran motor itu, disebutnya juga telah dilaporkan ke pihak kepolisian.

Ia berharap, pelaku bisa segera ditangkap dan motor miliknya yang jasi sasaran pembakaran diganti.

"Minggu sore sudah laporan, semoga pelakunya bisa tertangkap dan motor saya ada penggantinya," pungkas warga Kabupaten Lamongan ini.

Dikonfirmasi terpisah, Kasatreskrim Polres Jombang AKP Magribi Agung Saputra membenarkan adanya laporan tersebut.

"Untuk korban sudah melapor, sementara kasus dan pelakunya masih dalam lidik," pungkasnya. (riz/ang)

Editor : Anggi Fridianto
Kabuh Jombang tawuran pesilat Bentrok Pesilat Jombang Perguruan Silat Jombang motor dibakar