JOMBANG – Rombongan yang diduga berasal dari perguruan silat bentrok dengan warga Desa Plumbon Gambang, Kecamatan Gudo, Minggu (16/8) sekitar pukul 01.00 dini hari.
Insiden tersebut mengakibatkan sejumlah rumah dan kendaraan warga mengalami kerusakan.
Kejadian bermula ketika sejumlah warga baru pulang dari kegiatan hiburan dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI.
Saat melintas di sekitar gapura desa, mereka tiba-tiba diserang rombongan diduga pendekar dari arah utara.
Kepala Desa Plumbon Gambang, Nur Wakit, mengatakan, kejadian terjadi sekitar pukul 01.00 dini hari.
Saat itu, sejumlah warganya baru pulang usai mengikuti acara peringatan Agustusan.
Namun, tiba tiba terjadi keributan di depan gapura desa dan mendapati sejumlah warga diserang sepihak ratusan pendekar.
’’Kronologi yang pasti tidak tahu karena saya di dalam rumah waktu itu. Tapi setelah ada ribut-ribut saya keluar, ternyata sudah masuk di dalam kampung saya,’’ ujarnya.
Baca Juga: Siap-Siap Dijemput, Polisi Kantongi Nama Puluhan Pendekar Onar Usai HBH PSHT di Jombang
Menurutnya, rombongan tersebut diduga merupakan kelompok perguruan silat usai mengikuti kegiatan di wilayah Jombang.
Awalnya jumlah orang yang datang terlihat sedikit, namun kemudian bertambah hingga diperkirakan mencapai ratusan sepeda motor dan tiga kendaraan jenis truk.
’’Rombongan konvoi-nya jelas kayanya seperti perguruan,’’ katanya.
Keributan semakin memanas setelah seorang warga yang berada di sekitar gapura berlari masuk ke kampung untuk meminta pertolongan.
Warga kemudian ramai-ramai keluar rumah setelah mendengar teriakan meminta bantuan.
Suasana makin chaos karena rombongan merusak motor warga dengan batu paving.
’Nah, baru di situlah warga keluar semuanya dan memberikan perlawanan ya semaksimal mungkin.
Apa pun sudah sudah enggak terkontrol warga, karena urusannya sudah masuk kampung dan menyerang warga,’’ jelas Nur Wakit.
Akibat bentrokan tersebut, sejumlah fasilitas milik warga mengalami kerusakan.
Di antaranya dua sepeda motor, kaca mobil sedan, serta kaca rumah warga.
Selain itu, warga menemukan sejumlah pecahan botol yang diduga bekas minuman keras di sekitar lokasi kejadian.
Warga juga mendapati benda yang diduga digunakan sebagai senjata, termasuk batu dan benda seperti kembang api atau mercon.
’’Kerusakan yang parah itu motor dua tadi, terus satu kaca mobil sedan ini,’’ ungkapnya.
Pemerintah Desa Plumbon Gambang memastikan kejadian tersebut telah dilaporkan kepada pihak kepolisian. Setelah kejadian, pemerintah desa juga melakukan koordinasi bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas hingga sekitar pukul 06.00.
’’Ya kami selaku pemerintah jelas enggak menerimakan warga kami untuk untuk sampai terjadi seperti itu. Jadi saya melaporkan ke berwajib,’’ tegasnya.
Nur Wakit berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi, terlebih aksi tersebut sampai masuk ke permukiman dan menyebabkan warga menjadi korban.
’’Itu yang saya sayangkan, yang sangat prihatin. Kenapa perguruan sampai masuk ke dalam kampung dan menyerang warga kami itu,’’ pungkasnya. (ang)
Editor : Anggi Fridianto