Gerak Jalan Agustusan di Mojoagung Jombang Berujung Ricuh, Pemuda Mabuk Dimassa Warga

Achmad RW • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:30 WIB
Pria mabuk dimassa warga yang geram usai berbuat onar dan pecahkan kaca rumah warga di Mojoagung Jombang
Pria mabuk dimassa warga yang geram usai berbuat onar dan pecahkan kaca rumah warga di Mojoagung Jombang

RadarJombang.id -  Lomba gerak jalan memperingati Kemerdekaan Indonesia di Kecamatan Mojoagung diwarnai aksi kericuhan Jumat (14/8) sore.

Tepat di Desa Miagan, seorang pria yang diduga dalam kondisi mabuk membuat onar dan menganggu kegiatan gerak jalan hingga akhirnya dimassa warga.

Kericuhan terjadi di areal perkampungan. Seorang pria mnengenakan jaket hitam dipukuli dan diinjak-injak beberapa orang yang tengah mengenakan seragam layaknya peserta gerak jalan.

Baca Juga: Congkel Kotak Amal Musala, Pria Asal Lamongan Bonyok Dimassa Warga Wonosalam Jombang

Aksi yang berlangsung sekitar satu menit itu kemudian dihentikan sejumlah petugas di lokasi. Pria yang dimassa akhirnya ditolong dan diminta pergi.

’’Kejadiannya sekitar pukul 17.00, sudah hampir Magrib, di Dusun Pandean,’’ kata Oji, warga Mojoagung.

Kericuhan itu pecah lantaran ada seorang pria yang diketahui berinisial AGM, warga Desa Mancilan, Mojoagung berbuat onar di Dusun Pandean, Desa Miagan saat gerak jalan berlangsung.

Baca Juga: Anjal Bacok Pencari Rumput di Perak Jombang, Pelaku Bonyok Dimassa

’’Dia kelihatannya mabuk, bikin onar, sempat memecahkan kaca rumah warga juga, akhirnya warga emosi,’’ ungkapnya.

Terlebih saat itu rombongan gerak jalan dari Desa Miagan tengah melintas di lokasi. Pria itupun ditangkap hingga akhirnya dimassa warga yang geram. ’’Pria itu akhirnya dibawa ke kantor polisi,’’ imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Mojoagung, Kompol Yogas, membenarkan kejadian itu. ’’Ketiga pihak sudah dipertemukan. AGM yang dikeroyok, GS pelaku pengeroyokan dan rekan-rekannya serta MF, pemilik rumah yang dirusak,’’ terangnya.

Dari pemeriksaan, diketahui kericuhan itu memang dipicu keonaran yang dilakukan AGM. Sebelum dikeroyok, ia mengakui melakukan aksi geber-geber motor hingga membuat warga terganggu dan memukulnya.

’’Namun saat berupaya lari, ia justru melakukan aksi perusakan ke kaca rumah warga, hingga membuat makin banyak warga termasuk GS dan rekannya selaku peserta gerak jalan ikut tersulut emosi,’’ paparnya.

Ketiga pihak itu mengaku sudah sepakat menyelesaikan masalah melalui jalur kekeluargaan. ’’Ketiganya membuat surat pernyataan, menyatakan damai dan tidak melakukan tuntutan ke jalur hukum,’’ bebernya. (riz/jif)

 

Editor : Achmad RW
gerak jalan dimassa Mojoagung Pemuda Mabuk