JOMBANG – Dua orang pria yang diduga jadi pelaku pencopetan, jadi bulan bulanan massa di Desa Sidomulyo, Kecamatan Megaluh, Sabtu (8/8) pagi.
Keduanya kini telah diamankan di Mapolsek Megaluh guna dilakukan proses pemeriksaan lebih lanjut.
Kejadian itu bermula sekitar pukul 09.00, saat arak-arakan gunungan menuju balai desa.
’’Pas arak-arakan di selatan panggung, banyak warga yang merasa kehilangan handphone,’’ kata Kepala Desa Sidomulyo, Ariy Septa Adicandra.
Baca Juga: Pasutri Lansia Asal Ngusikan Jadi Copet di Pasar Peterongan Jombang, Aksinya Dipergoki Warga
Nah, saat warga mulai bergeser ke arah gunungan di utara panggung, salah satu penjaga gunungan merasa ada orang yang menggerak-gerakkan tasnya.
’’Terus ada ibu minta tolong sampai akhirnya ditangkap dua orang tersebut,’’ jelasnya.
Kecurigaan makin kuat, saat kedua orang itu sempat terekam kamera milik warga sedang memasukkan benda seperti handphone ke dalam tas yang dibawa salah satu pelaku.
’’Tapi waktu ditangkap tadi, dia sudah tidak membawa tas, pengakuannya tas itu dibawa rekannya yang lain,’’ bebernya.
Aksi amuk massa akhirnya terjadi saat kedua pria yang mengaku asal Sumberagung, Megaluh itu keluar dari balai desa.
Saat dibawa menuju mobil petugas, warga yang geram menyerangnya dengan tendangan dan pukulan.
’’Sempat diserang sama warga, beruntung petugas keamanan sigap dan keduanya langsung dibawa ke Mapolsek Megaluh,’’ terangnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Megaluh, Iptu Irfendi Fibrianto, membenarkan kejadian tersebut.
’’Ada dua orang yang diamankan, pemeriksaan masih dilakukan petugas,’’ jelasnya.
Kedua pelaku itu belum mengakui perbuatannya.
Petugas juga belum menemukan bukti terkait aksi dugaan pencurian yang mereka lakukan.
’’Bukti memang masih tipis sekali, karena di badannya tidak ditemukan hp yang katanya dicuri, namun pendalaman masih dilakukan,’’ paparnya. (riz/jif)
Editor : Anggi Fridianto