JOMBANG – Aksi penjambretan yang menyasar pemilik toko pracangan di Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh, terekam kamera CCTV.
Dua pria yang datang mengendarai sepeda motor gagal membawa kabur kalung emas milik korban setelah mendapat perlawanan. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (2/8) sekitar pukul 18.30 WIB atau menjelang salat Isya.
Dari rekaman CCTV yang diperoleh Jawa Pos Radar Jombang, dua pria terlihat datang dari arah timur menggunakan sepeda motor Yamaha NMax berwarna abu-abu.
Baca Juga: Pelaku Curanmor di Toko Oleh-oleh Denanyar Jombang Dibekuk di Mojokerto
"Yang satu tetap duduk di atas motor dengan mesin menyala, sedangkan temannya masuk ke dalam toko," kata Iswatin Khasanah, 55, pemilik toko.
Korban mengungkapkan, kedua pria tersebut bukan kali pertama datang ke tokonya. Beberapa jam sebelumnya, mereka sempat berpura-pura membeli bensin.
Baca Juga: BKAD Plandaan Jombang Gembleng Aparatur Desa, Fokus Tata Kelola dan Transparansi APBDes
"Mereka sudah datang waktu siang. Mau beli bensin, tapi saya suruh ambil sendiri karena memang tidak kenal," ujarnya.
Menurut Iswatin, kedatangan pelaku pada siang hari diduga untuk memastikan situasi di dalam toko. Saat kembali menjelang malam, salah seorang pelaku masuk dan berpura-pura menjadi pembeli rokok, sementara rekannya bersiap di atas sepeda motor. "Orangnya sama, motornya juga sama. Yang satu menunggu di luar, satunya masuk beli rokok," tuturnya.
Setelah transaksi selesai, korban mengambilkan uang kembalian yang kurang Rp 1.000. Di saat itulah pelaku melancarkan aksinya dengan menarik kalung yang dikenakan korban. "Pas saya ambilkan kembalian, tiba-tiba leher saya ditarik. Sasarannya kalung yang saya pakai," ungkapnya.
Korban yang terkejut langsung memegang kalungnya sekuat tenaga. Tarik-menarik pun terjadi hingga kerah bajunya robek, sementara pelaku gagal membawa kabur perhiasan tersebut. "Kalungnya saya tahan terus. Akhirnya yang sobek malah kerah baju saya," katanya.
Gagal mendapatkan hasil, pelaku langsung berlari keluar toko, naik ke sepeda motor yang telah disiapkan rekannya, lalu kabur ke arah barat menuju Megaluh. Korban sempat mengejar hingga depan toko sambil berteriak meminta pertolongan warga. "Saya kejar sambil teriak maling, tapi mereka sudah keburu kabur," ujarnya.
Rekaman CCTV juga memperlihatkan pelaku keluar dari dalam toko dengan tergesa-gesa sebelum naik ke sepeda motor dan melarikan diri. Sementara korban tampak keluar beberapa detik kemudian sambil mengejar dan berteriak.
Meski nyaris kehilangan perhiasannya, Iswatin bersyukur kalung emas tersebut berhasil dipertahankan sehingga pelaku kabur dengan tangan kosong. "Alhamdulillah kalungnya tidak sampai lepas. Karena tidak ada barang yang hilang, saya memilih tidak melapor ke polisi," pungkasnya. (riz)
Editor : Anggi Fridianto