JOMBANG – Kecelakaan maut diduga akibat rem blong terjadi di Jalan Nasional Mojoagung Jombang, Rabu (22/7/2026) pagi.
Insiden tersebut mengakibatkan 11 orang di kawasan pabrik sepatu PT Pei Hai menjadi korban, dua di antaranya meninggal dunia.
Informasi yang dihimpun, kecelakaan melibatkan truk kontainer bernomor polisi B 9188 PEU dengan sejumlah kendaraan.
Truk yang melaju dari arah timur menuju barat itu diduga mengalami rem blong saat melintas di lokasi.
Baca Juga: Identitas Mayat di Saluran Irigasi Megaluh Jombang Terungkap, Polisi: Korban Lakalantas
Saat kejadian, arus lalu lintas cukup padat karena banyak karyawan pabrik sepatu Pei Hai hendak menyeberang untuk masuk kerja.
Truk yang tak terkendali kemudian menabrak sejumlah kendaraan di depannya hingga memicu kecelakaan beruntun.
Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Jombang Agus Purnomo yang menjenguk korban dan keluarga korban di Paviliun RSUD Jombang mengatakan, total terdapat 11 korban dalam peristiwa tersebut.
"Ada 11 korban, dan yang meninggal dunia dua orang," ujarnya.
Baca Juga: Laka Beruntun di Mojowarno Jombang, Satpam Asal Ngawi Tewas di Lokasi
Menurut Agus, para korban tidak hanya dirawat di RSUD Jombang, tetapi juga dibawa ke sejumlah rumah sakit lain untuk mendapatkan penanganan medis.
"Korban dirawat di beberapa rumah sakit. Ada di RSUD Jombang, RSU dr. Moedjito, dan beberapa rumah sakit lainnya," katanya.
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi sementara yang diterimanya, kecelakaan terjadi ketika para karyawan hendak masuk ke pabrik.
Pada saat bersamaan, sebuah truk diduga mengalami rem blong sehingga tidak dapat menghindari kendaraan di depannya.
"Posisinya kebetulan karyawan mau masuk pabrik Pei Hai, kemudian ada kendaraan yang remnya blong sehingga tidak bisa menghindar," tuturnya.
Dua korban meninggal dunia diketahui berasal dari Desa Kepuhkembeng dan Kecamatan Tembelang.
Pemerintah Kabupaten Jombang juga telah berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan terkait santunan bagi keluarga korban meninggal dunia.
"Atas nama Pemkab Jombang kami mengucapkan belasungkawa. Tadi saya sudah bertemu dengan BPJS Ketenagakerjaan terkait santunannya. Target kami paling lambat hari Jumat sudah bisa diserahkan kepada keluarga korban," ungkap Agus.
Kepada keluarga korban, Agus nerharap agar tetap tabah menghadapi musibah tersebut.
"Kami menyampaikan bahwa umur adalah milik Allah SWT. Semoga keluarga diberi kesabaran dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini. Mari kita doakan semoga almarhum diterima di surga Allah SWT, seluruh amal kebaikannya diterima, dan segala kesalahannya diampuni," pungkasnya. (ang)
Editor : Anggi Fridianto