RadarJombang.id – Suwito, 61, ditemukan meninggal dunia di Musala Makam Mbah Sayyid Sulaiman, Dusun Rejoslamet, Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Jumat (3/7) siang.
Diketahui, pria itu adalah seorang lansia pengembara yang sudah setahun tak pernah pulang dan merupakan warga Magetan, Jawa Timur.
Kapolsek Mojoagung Kompol Yogas mengatakan, saat ditemukan meninggal dunia di musala Kawasan makam Sayyid Sulaiman Mancilan Mojoagung Jombang.
Baca Juga: Warga Jombang Geger Penemuan Pria Meninggal di Rumah yang Baru Rampung Dibangun
“Menurut keterangan saksi, korban ini datang sejak kamis malam, untuk ziarah ke sana, dan sendirian,” terangnya.
Selama berada di lokasi, sejumlah saksi melihat korban beberapa kali mengalami batuk-batuk. Kondisi tersebut masih terlihat hingga Jumat pagi saat korban duduk di teras musala. "Sejak malam korban memang terlihat batuk-batuk," terangnya.
Sekitar pukul 12.30, warga mendapati korban sudah tergeletak di sekitar musala. Saat diperiksa, korban telah meninggal dunia sehingga kejadian itu dilaporkan ke perangkat desa dan Polsek Mojoagung. "Korban tidak membawa identitas apa pun saat ditemukan," kata Yogas.
Baca Juga: Tewaskan Istri Siri lalu Kabur ke Lampung, Purnomo Dituntut 18 Tahun Penjara
Karena itu, polisi meminta bantuan Tim Inafis Polres Jombang untuk melakukan identifikasi. Hasilnya, identitas korban berhasil diketahui karena data biometriknya telah tersimpan saat perekaman e-KTP.
Dari hasil penyelidikan, korban datang ke Makam Mbah Sayyid Sulaiman pada Kamis (2/7) untuk mengikuti Tahlil Akbar rutin malam Jumat Legi. Malam itu korban bermalam di musala makam.
Setelah identitas korban diketahui, polisi menghubungi pihak keluarga di Magetan. Dari keterangan keluarga, diketahui Suwito telah meninggalkan rumah sekitar satu tahun lalu setelah berpisah dengan istrinya.
"Dari keterangan keluarga, korban sudah sekitar setahun tidak pulang ke rumah setelah berpisah dengan istrinya," ungkap Yogas.
Selama meninggalkan rumah, korban diketahui hidup mengembara dari satu tempat ke tempat lain. Ia kerap mendatangi makam-makam tokoh yang dianggap wali untuk mencari ketenangan batin.
"Sehari-harinya korban memang berpindah-pindah ke sejumlah makam wali untuk mencari ketenangan," katanya.
Setelah proses identifikasi selesai, pihak keluarga datang ke Jombang untuk menjemput jenazah korban.
"Jenazah diambil pihak keluarga sekitar pukul 22.00 WIB untuk dimakamkan di Magetan," pungkas Yogas. (riz)
Editor : Achmad RW