RadarJombang.id - Seorang warga Dusun Banjaranyar, Desa Tinggar, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang ditemukan meninggal dunia di area persawahan Dusun Semanding, Desa Kalangsemanding, Kecamatan Perak, Jombang Jumat (19/6/2026) malam.
Korban diketahui bernama Muhadi, 56, dan diduga meninggal karena sakit.
Kapolsek Perak Iptu M Supriyo mengatakan, pihaknya menerima laporan penemuan orang meninggal dunia sekitar pukul 19.50.
"Anggota langsung kami terjunkan ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal," kata Supriyo, Sabtu (20/6).
Sebelumnya, sekitar pukul 15.30 WIB, Muhadi berpamitan kepada keluarganya untuk mencari rumput dengan mengendarai sepeda motor.
Namun hingga menjelang petang, ia tak kunjung pulang ke rumah. "Korban berangkat mencari rumput dan sampai sore belum kembali," ujarnya.
Baca Juga: Cari Rumput di Tanggul Sungai, Petani di Jombang Ditemukan Tewas Tenggelam
Kondisi itu membuat anak korban bersama sejumlah warga melakukan pencarian sekitar pukul 17.20. Saat menyisir area persawahan di Dusun Semanding, mereka menemukan sepeda motor milik Muhadi terparkir di tepi jalan sawah.
"Keluarga dan warga kemudian berupaya mencari keberadaan korban," ucap Supriyo.
Pencarian dilanjutkan ke area sekitar sawah. Tak lama kemudian, Muhadi ditemukan dalam posisi telungkup di tengah persawahan.
Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. "Korban ditemukan warga dalam kondisi sudah tidak bernyawa," katanya.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Perak. Petugas bersama tim dari Polres Jombang mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan terhadap korban. "Pemeriksaan dilakukan bersama petugas kesehatan," tutur Supriyo.
Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Berdasarkan keterangan keluarga, Muhadi diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi. "Tidak ada tanda kekerasan maupun unsur tindak pidana," tegas Supriyo.
Ia menjelaskan, dugaan sementara korban meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya. Keluarga juga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.
"Pihak keluarga sudah menerima kejadian ini dan membuat surat pernyataan penolakan autopsi," pungkas Supriyo. (riz)
Editor : Achmad RW