JOMBANG - Kejadian penyerangan yang dilakukan gangster bermotor kembali terjadi di Jombang. Selasa (16/6) dini hari, sebuah pikap pengantar sayur jadi korbannya. Kaca mobil ini pecah setelah dilempar batu rombongan gangster tersebut.
“Kejadiannya sekitar pukul 01.25, pas posisi saya pulang mengantar sayur dari Pasar Legi Jombang, mau pulang,” terang Al, korban pelemparan.
Kepada Jawa Pos Radar Jombang, warga Kecamatan Diwek ini mengaku malam itu memang tengah pulang menuju rumahnya. Ia, berjalan dari arah utara ke selatan.
“Nah di dekat pertigaan ceweng situ, saya papasan sama gerombolan anak naik motor, ada 20 motor lebih, ndak terlalu terlihat karena silau kena lampu motornya,” lontarnya.
Saat itu, ia tak terlalu menghiraukan rombongan konvoi itu. Ia pun berjalan biasa saja. Namun, saat sudah dekat, tiba-tiba saja terdengar bunyi keras dari kaca depannya. “Tiba-tiba kaca depan saya dilempar, ya langsung panik,” lontarnya.
Baca Juga: Kesaksian Tetangga Bongkar Dugaan Penganiayaan Brutal Sebelum Wanita di Jombang Meninggal
Ia pun akhirnya meminggirkan kendaraannya, dan melihat sebuah retakan besar sudah muncul di kaca pikap bagian depan mobilnya itu. Namun, seolah tak terjadi apapun, rombongan itupun terus melaju ke arah utara meninggalkannya. ‘Mereka posisi kecepatan tinggi, langsung terus, saya minggir dan lihat kaca sudah rusak,” lontarnya.
Kendati jadi korban pelemparan dan mobilnya mengalami kerusakan, AL menyebut enggan melapor ke polisi. “Saya takut urusannya jadi panjang, sudah begitu tidak ada yang mengganti rugi lagi kerusakan mobilnya, sampai sekarang belum lkapor,” lontarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Diwek AKP Darul Huda membenarkan adanya informasi pelemparan batu itu. “Untuk info awal, kami memang sudah dapat, namun sampai siang ini belum ada laporan ke petugas,” lontarnya.
Hingga Selasa Subuh, pihaknya juga sudah meminta anggotanya menggencarkan patrol di lokasi tersebut, namun belum ada hasil. “Anggota sudah saya perintahkan juga untuk patrol di sekitar lokasi dan mencari informasi lebih lanjut,” pungkasnya. (riz/ang)
Editor : Anggi Fridianto