JOMBANG – Polisi akhirnya berhasil mengungkap identitas orang tua bayi perempuan yang ditemukan terbungkus kain di teras rumah warga Dusun Beji, Desa Sawiji, Kecamatan Jogoroto, Senin (18/5) dini hari.
Ironisnya, ibu bayi tersebut masih berstatus pelajar SMP.
Sang ibu diketahui berinisial P, siswi kelas IX SMP asal Kecamatan Sumobito. Sedangkan ayah bayi berinisial R, pelajar kelas XI SMA asal Kecamatan Mojoagung. “Orang tua dari bayi sudah diketahui,” ujar Kapolsek Jogoroto AKP M Djulan.
Djulan menjelaskan, identitas ibu bayi terungkap setelah orang tuanya curiga karena anaknya mengalami pendarahan. Setelah didesak keluarga, P akhirnya mengaku baru saja melahirkan bayi perempuan.
Sekitar pukul 10.30, P bersama orang tuanya mendatangi lokasi tempat bayi dibuang di Dusun Beji. Warga kemudian mengarahkan mereka menuju Polsek Jogoroto dan Puskesmas Mayangan. “Saat ini ibu bayi dirawat di Puskesmas Mayangan karena mengalami pendarahan,” katanya.
Kepada polisi, P mengaku melahirkan bayinya sendiri di belakang rumah pada Minggu (17/5) sekitar pukul 24.00 WIB. Proses persalinan disebut dibantu kekasihnya. “Dia melahirkan dibantu laki-lakinya, setelah itu bayinya dibuang di wilayah Jogoroto,” tandas AKP M Djulan.
Bayi itu sebelumnya ditemukan sekitar pukul 00.30 di halaman depan rumah milik Kasdolah, 45, warga Dusun Beji RT 010 RW 002 Desa Sawiji. Saat itu, pemilik rumah mendengar suara tangisan bayi dari luar rumah. “Yang punya rumah mendengar ada tangisan bayi di depan rumah sekitar setengah satu malam. Tapi karena takut keluar, akhirnya menghubungi ketua RT dan perangkat desa,” kata Kapolsek Jogoroto AKP M Djulan.
Warga sempat mendengar suara sepeda motor berhenti di dekat lokasi penemuan bayi. Tak lama setelah itu, terdengar kembali suara motor meninggalkan lokasi ke arah Desa Sumbersari.
Saat dicek, bayi perempuan itu ditemukan tergeletak di bawah teras rumah dengan kondisi masih hidup. Bayi tersebut beralaskan kain putih dan tali pusar beserta ari-arinya masih menempel.
Polisi bersama petugas medis kemudian mengevakuasi bayi ke Puskesmas Mayangan untuk mendapatkan penanganan medis. Kini polisi masih melakukan penyidikan lebih lanjut untuk menentukan langkah hukum berikutnya. (riz)
Editor : Anggi Fridianto