JOMBANG – Penemuan bayi perempuan yang diduga dibuang orang tuanya di Dusun Beji, Desa Sawiji, Kecamatan Jogoroto, Senin (18/5) dini hari, sempat membuat warga sekitar panik.
Sebelum bayi ditemukan, warga mengaku mendengar suara sepeda motor berhenti di dekat lokasi.
Bayi itu ditemukan sekitar pukul 00.30 WIB di halaman depan rumah milik Kasdolah, 45, warga Dusun Beji RT 010 RW 002 Desa Sawiji. Saat itu, pemilik rumah mendengar suara tangisan bayi dari luar rumahnya.
“Yang punya rumah mendengar ada tangisan bayi di depan rumah sekitar setengah satu malam. Tapi karena takut keluar, akhirnya menghubungi ketua RT dan saya selaku perangkat desa,” kata Ibnu Sutowo, perangkat Desa Sawiji yang pertama kali datang ke lokasi.
Setelah mendapat laporan, Ibnu langsung mendatangi rumah tersebut. Sesampainya di lokasi, ia mendapati bayi perempuan tergeletak di depan teras rumah warga.
“Saya yang pertama kali melihat bayi itu. Kondisinya tergeletak di bawah teras rumah dengan beralaskan kain putih dan diselimuti seperti jilbab,” ujarnya.
Menurutnya, bayi itu diduga baru saja dilahirkan. Sebab saat ditemukan, tali pusar dan ari-arinya masih menempel utuh.
“Kalau melihat kondisinya memang seperti baru melahirkan karena ari-arinya masih belum lepas,” tuturnya.
Ibnu mengatakan, rumah tempat bayi ditemukan berada di pinggir jalan jurusan Desa Sumbersari. Sebelum bayi ditemukan, warga sempat mendengar suara sepeda motor berhenti di dekat lokasi.
“Keterangan pemilik rumah sempat mendengar suara sepeda motor lewat lalu berhenti di tepi jalan samping rumah. Setelah itu kemungkinan bayi diletakkan di bawah teras,” jelasnya.
Tak lama kemudian, suara sepeda motor itu kembali terdengar meninggalkan lokasi ke arah Desa Sumbersari. Namun warga tidak mengetahui jenis motor maupun jumlah orang yang datang.
“Yang punya rumah hanya mendengar dari dalam rumah. Setelah mendengar bayi menangis, baru menelepon saya,” katanya.
Meski ditemukan di tempat terbuka pada tengah malam, kondisi bayi disebut dalam keadaan sehat. “Kondisinya luar biasa sehat, normal sekali bahkan bersih waktu pertama kali ditemukan,” imbuh Ibnu.
Sementara itu, Kapolsek Jogoroto AKP M Djulan membenarkan adanya penemuan bayi tersebut. Polisi bersama petugas medis langsung mendatangi lokasi usai menerima laporan warga.
Baca Juga: Lewat Program BUAIAN, Cara Dinkes Jombang Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi
“Berdasarkan pemeriksaan awal, bayi masih hidup dengan tali pusar dan ari-ari masih menempel. Selanjutnya bayi dibawa ke Puskesmas Mayangan untuk mendapatkan perawatan intensif,” ujar AKP M Djulan.
Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas orang tua bayi. Polisi juga menelusuri kemungkinan pelaku berasal dari luar wilayah Dusun Beji.
“Penyelidikan masih terus dilakukan terkait identitas dan keberadaan orang tua bayi,” tandasnya. (riz/ang)
Editor : Anggi Fridianto