JOMBANG – Kebakaran yang melanda sebuah toko grosir snack di Dusun Gebangmalang, Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Rabu (13/5) dini hari, diduga bukan murni kecelakaan.
Dugaan itu mencuat setelah beredar rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang pria melempar benda diduga molotov ke arah toko sebelum kebakaran terjadi.
Dari rekaman CCTV berdurasi 12 detik yang diperoleh Jawa Pos Radar Jombang, aksi tersebut terjadi sekitar pukul 02.12.
Dalam video itu terlihat seorang pria mengenakan jaket berhenti di depan toko menggunakan sepeda motor.
Baca Juga: Kebakaran Rumah di Kaliwungu Jombang, Dua ART Tewas Diduga Keracunan Asap
Pria tersebut kemudian tampak menyalakan api dari benda yang dibawanya sebelum melemparkannya ke arah toko grosir snack.
Tak lama setelah itu, api diduga mulai muncul dari area bangunan toko.
Kepala Desa Bandung Anang Fauzi membenarkan adanya rekaman CCTV tersebut.
Menurutnya, video itu berasal dari kamera pengawas milik toko di sebelah lokasi kebakaran. “Iya memang benar ada video CCTV itu, video diambil dari toko sebelah toko grosir yang terbakar,” ujarnya.
Anang mengatakan, rekaman tersebut kini menyebar di kalangan warga dan menjadi salah satu petunjuk penting dalam pengusutan kasus kebakaran itu.
“Tadi polisi juga olah TKP dan DVR dari toko sebelah sudah diamankan,” katanya.
Kapolsek Diwek AKP Darul Huda juga membenarkan pihaknya telah mengamankan rekaman CCTV tersebut untuk kepentingan penyelidikan.
“Untuk videonya memang ada, kami juga sudah mengamankan DVR-nya untuk diperiksa lebih lanjut,” terangnya.
Menurut Darul Huda, polisi telah kembali melakukan olah tempat kejadian perkara pada Rabu pagi setelah muncul dugaan unsur kesengajaan dalam kebakaran tersebut.
Korban juga telah dimintai keterangan oleh penyidik.
“Kami sudah olah TKP kembali, korban juga sudah melapor dan kami mintai keterangan.
Sementara terkait dugaan lemparan molotov masih kami selidiki lebih lanjut,” pungkasnya.
Sebelumnya, kebakaran hebat melanda toko grosir snack milik Sofiyullah, 52, sekitar pukul 02.30 WIB. Api pertama kali diketahui warga setelah muncul kepulan asap dan kobaran api dari dalam toko saat kondisi bangunan sedang tutup.
Warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya, namun kobaran api terus membesar hingga akhirnya dilaporkan ke BPBD dan pemadam kebakaran Kabupaten Jombang.
Petugas Damkar Jombang bersama BPBD tiba di lokasi sekitar pukul 02.40 WIB dan langsung melakukan pemadaman serta pembasahan. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.00 WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun bangunan toko berukuran sekitar 10x12 meter mengalami kerusakan cukup parah dengan perkiraan kerugian mencapai Rp 100 juta. (riz)
Editor : Anggi Fridianto