RadarJombang.id – Aksi pencurian kotak amal kembali terjadi di wilayah Kabupaten Jombang. Kali ini di sebuah musala di Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung pada Senin (4/5) sekitar pukul 10.00.
Pelaku berpura-pura hendak melaksanakan salat sebelum beraksi dan menggondol uang ratusan ribu rupiah.
’’Berdasarkan rekaman kamera CCTV, pelaku datang seorang diri dan sempat mondar-mandir di area musala untuk memastikan situasi sekitar aman,’’ kata pengurus musala, Qowiyul Mukminin.
Baca Juga: Tolong Pak Polisi! Uang Kotak Amal di Gudo Raib Dua Kali dalam Sepekan
Pelaku awalnya sempat mencoba membobol kotak amal yang berada di depan kamar mandi. Namun upaya tersebut gagal lantaran gembok tidak berhasil dirusak.
’’Dia sempat mampir ke tempat wudu, tapi ternyata dia melihat situasi di sebelah utara banyak orang. Begitu sepi, dia kembali lagi berusaha membuka tapi gagal,’’ terangnya.
Setelah gagal di lokasi pertama, pelaku kemudian berpindah ke kotak amal yang berada di bagian depan musala. Dengan menggunakan alat diduga obeng, pelaku mencongkel gembok hingga rusak lalu membuangnya ke tempat sampah.
Baca Juga: Congkel Kotak Amal Musala, Pria Asal Lamongan Bonyok Dimassa Warga Wonosalam Jombang
Usai berhasil membuka kotak amal, pelaku langsung menguras seluruh uang di dalamnya kemudian meninggalkan lokasi. Aksi tersebut baru diketahui pengurus musala pada malam harinya saat hendak membuka kotak amal secara rutin.
’’Sekitar jam 8 malam mau buka kotak, ternyata gembok sudah hilang dan uang di dalamnya sudah tidak ada,’’ ucap Qowiyul.
Dari aksi pencurian itu, pelaku berhasil membawa kabur uang sekitar Rp 500 ribu. Pencurian kotak amal di musala tersebut sudah terjadi sebanyak empat kali dengan total kerugian mencapai sekitar Rp 3 juta.
Bahkan, dalam kejadian sebelumnya, kotak amal milik musala sempat ditemukan warga dibuang di area persawahan setelah isinya dikuras pelaku.
Saat ini, perangkat desa bersama pengurus musala telah melaporkan kejadian tersebut ke polisi dengan menyerahkan rekaman CCTV sebagai barang bukti. Warga berharap pelaku segera terungkap dan ditangkap agar aksi serupa tidak kembali terjadi.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Mojoagung Kompol Yogas menyebut belum mendapat laporan perihal kasus tersebut. ’’Sampai hari ini (10/5) belum ada laporan dari pengurus musala ke Polsek Mojoagung,’’ ucapnya. (riz/jif)
Editor : Achmad RW