Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Pintu Dam Karet Jatimlerek Jombang Rusak Lagi, 1.800 Hektare Sawah Terancam Kekeringan

Ainul Hafidz • Senin, 11 Mei 2026 | 14:10 WIB
Kondisi dam karet Jatimlerek Jombang yang masih belum pulih. Pintu 6 masih terbuka dan karet belum bisa digembungkan
Kondisi dam karet Jatimlerek Jombang yang masih belum pulih. Pintu 6 masih terbuka dan karet belum bisa digembungkan

RadarJombang.id – Krisis air irigasi kembali melanda wilayah utara Sungai Brantas. Pintu nomor enam Dam Karet Jatimlerek mengalami kerusakan parah di tengah proyek rehabilitasi dam yang baru berjalan. Akibatnya, pasokan air ke intake irigasi terhenti total dan sedikitnya 1.816 hektare sawah kini terancam kekeringan. Petani waswas tanaman padi mereka rusak.

Pantauan di lokasi Minggu (10/5), sejumlah petani terlihat memompa air secara mandiri ke area persawahan. Saluran irigasi yang biasanya teraliri air dari Intake (saluran pembagi) Sungai Brantas tampak kering.

Salah satu petani Desa Jatimlerek, Kardi, mengaku resah dengan nasib tanaman padinya. Pasalnya, saat ini merupakan masa penting bagi tanaman padi di wilayahnya karena usia tanaman rata-rata baru 15 hari setelah tanam.

Baca Juga: Dampak Perbaikan Bendung Karet Menturus Jombang: Irigasi Sawah Tersendat, Masa Tanam Mundur

 ”Harusnya sekarang waktunya mengairi sawah, setelah itu dipupuk. Tapi air dari Sungai Brantas tidak bisa masuk ke irigasi karena pintu Dam Karet ada yang rusak,” katanya.

Selama ini, kebutuhan air pertanian dipasok dari Sungai Brantas melalui intake Dam Karet Jatimlerek. Namun, sejak pintu dam mengalami kerusakan, aliran air menuju saluran irigasi terhenti total. ”Pintu nomor enam itu bocor. Karetnya tidak bisa mengembang saat dipompa sehingga air langsung mengalir dan tidak masuk ke intake irigasi,” ujarnya.

Kerusakan disebut terjadi sekitar sepekan terakhir. Warga bersama pemerintah desa sebenarnya telah berupaya melakukan koordinasi dengan operator dam. Namun, kondisi kerusakan disebut terus membesar. ”Sudah dilaporkan ke desa dan ditindaklanjuti, tapi katanya rusaknya besar dan jebolnya semakin melebar,” tuturnya.

Baca Juga: 1.211 Hektare Sawah Tak Teraliri Air Karena Masalah di Dam Karet Jatimlerek, Swasembada Pangan Jombang Cuma Mimpi?

Akibat gangguan irigasi tersebut, petani kini harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli bahan bakar mesin diesel guna memompa air dari sumur bor. ”Mau tidak mau sekarang pakai diesel. Biaya jelas tambah,” ucap Kardi yang memiliki sawah sekitar 2.380 meter persegi.

Dampak kerusakan pintu dam sangat luas. Di wilayah Desa Jatimlerek saja, diperkirakan lahan seluas 200 hektare terdampak. Selain itu lahan pertanian di Desa Karangmojo, Tanggungkramat dan Jatigedong, Kecamatan Ploso dipastikan juga terdampak.

Keluhan serupa disampaikan petani lainnya, Simin. Menurut dia, tanaman padi saat ini sangat membutuhkan pasokan air, sementara petani justru kesulitan memperoleh aliran irigasi. ”Sekarang waktunya mengairi, cuma tidak ada air. Selain mengandalkan hujan ya pakai sumur bor atau pompa air,” katanya.

Ia khawatir biaya produksi pertanian semakin membengkak jika hujan tak segera turun. ”Kalau tidak ada hujan ya berat, petani yang susah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Jatimlerek Jadi membenarkan kerusakan pada pintu Dam Karet Jatimlerek. Bagian karet pintu dam disebut mengalami sobek cukup parah sehingga tidak dapat berfungsi normal. ”Karetnya sobek dan teman-teman sudah berusaha menyumbat, tapi tidak bisa,” tuturnya.

Selama hampir enam hari terakhir, distribusi air irigasi tersendat karena debit Sungai Brantas rendah dan pintu nomor enam tidak mampu mengembang saat dipompa.

”Jumat (8/5) lalu sempat dicoba ditambal, tapi tidak berhasil karena sobeknya terlalu lebar. Sudah dipompa sampai tiga jam karetnya tetap tidak bisa mengembang. Makanya air tidak bisa masuk ke saluran irigasi,” katanya.

Baca Juga: Operator Kembali, Aliran Air dari Dam Karet Jatimlerek Jombang Untuk Sawah Petani Akhirnya Lancar Lagi

Ditanya apakah kerusakan pintu dam berkaitan dengan aktivitas rehab dam yang ini baru berjalan, ia mengaku tak mengetahui perihal tersebut. Namun sebagai langkah, Pemdes bersama para kepala desa terdampak telah berkoordinasi dengan pelaksana proyek termasuk BBWS Brantas dan Dinas PUPR Jombang, guna mencari solusi penanganan. ”Kita sudah koordinasi dengan dinas PUPR juga BBWS Brantas dan pelaksana proyek agar dicarikan solusi,” bebernya.

Untuk diketahui, Daerah Irigasi (DI) Jatimlerek yang terdampak merupakan kewenangan Pemprov Jawa Timur, sedangkan Dam Karet Jatimlerek berada di bawah kewenangan BBWS Brantas. Irigasi tersebut mengairi sekitar 1.816 hektare sawah di wilayah utara Sungai Brantas, meliputi Kecamatan Plandaan, sebagian Kecamatan Ploso, hingga Kecamatan Kudu.

Proyek rehabilitasi Bendung Jatimlerek senilai Rp 268,33 miliar belum bisa masuk ke tahap struktur utama. Hingga awal Mei, pekerjaan masih berkutat pada penggalian saluran pengelak sementara di sisi selatan Sungai Brantas, Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh juga pembangunan intake sementara di sisi utara.

Proyek rehabilitasi Bendung Jatimlerek merupakan program Kementerian PUPR melalui BBWS Brantas. Pekerjaan dilaksanakan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan masa kontrak 720 hari kalender, terhitung sejak 15 Desember 2025 hingga 4 Desember 2027. (fid/naz)

 

Editor : Achmad RW
#dam karet jatimlerek #Jombang #kekeringan #rusak