Radarjombang.id - Hujan deras dengan intensitas tinggi, membuat Kali Marmoyo di Kecamatan Plandaan meluber.
Akibatnya, dua akses poros di Desa Klitih dan Desa Jiporapah, Kecamatan Plandaan kini terputus akibat longsor yang tergerus banjir.
Di Klitih, banjir memang datang sejak Senin (30/3) sore. Air, datang akibat dua sungai di desa itu yang meluber dan menggenangi permukiman hingga jalanan. Banjir itu, berupa air yang mengalir sangat deras di beberapa titiknya, bahkan ketinggian air sempat mencvapai dada orang dewasa.
“Iya memang kemarin itu banjir, namun malam harinya akhirnya surut, memang langganan banjitr di sana, nah posisi kemarin ada dua sungai yaitu sungai kecil dan besar dari Rapahombo semuanya penuh,” terang Siti Roaini, Kades Klitih.
Banjir itu, tak cuma merendam permukiman saja. Air yang mengalir deras, membuat akses utama warga di Dusun Pojok tergerus hingga akhirnya longsor. Jalan paving yang merupakan jalan lingkungan itu, tergerus sungai hingga nyaris tak bersisa. “Untuk yang tergerus di Dusun Pojok, statusnya jalan lingkungan dan memang sudah tidak bisa dilewati lagi,” lontarnya.
Baca Juga: Sungai Meluap, Ratusan Rumah Hingga Puluhan Hektare Sawah di Carangrejo Jombang Terendam Banjir
Sepanjang lebih dari 15 meter, jalan ini rontok. Karenanya, kini warga pun terpaksa harus mencari jalan lain. “Kalau alternative pengganti ya ada, jalan kecil-kecil lewat gang itu sementara,” lontarnya.
Tak hanya di Klitih, banjir juga merontokkan jalur utama dari Desa Klitih menuju Desa Jiporapah. Jalan yang juga akses menuju Kedung Cinet inipun putus total dan tak bisa lagi dilintasi.
“Iya, jadi selain di Dusun Pojok Desa Klitih, ada juga longsoran di Dusun Tambak, Desa Jiporapah, yang juga akses terdekat menuju kedungcinet kalau dari Klitih,” terang Lia Aprilianna Isna Sari, Camat Plandaan, saat dikonfirmasi Selasa (31/3) sore.
Jalan yang berbentuk rabat beton itu, tampak rontok sepenuhnya. Tebing sungai yang jadi penyangga jalan itu, longsor hingga puluhan meter panjangnya dengan tebal lebih dari dua meter.
Lia menyebut, jalur yang putus total itu, adalah jalur terdekat menuju Desa Jiporapah, jalur itu, juga merupakan jalur bagi sejumlah guru yang mengajar di sekolah terpencil di desa tersebut. “Jadi kalau laporan tadi kondisi di sana tidak bisa sama sekali dilintasi, dan harus mencari jalan lain memang, yang kondisinya juga sama sekali tidak nyaman dan lebih jauh,” terangnya.
Hingga kini, upaya perbaikan kepada dua longsoran itu belum bisa maksimal di lakukan. Longsoran di Dusun Pojok, masih ditangani dengan kerjabakti warga dan pembersihan saja. Bahkan untuk longsoran di Dusun Tambak, belum bisa ditangani sama sekali.
“Namun, kita sudah laporkan ke Pemkab baik ke Dinas PUPR maupun BPBD Jombang untuk meminta bantuan untuk paling tidak bisa meringankan beban masyarakat dan melakukan penanganan darurat di sana,” pungkasnya. (riz/ang)
Editor : Anggi Fridianto