Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Terlilit Hutang, Lansia di Sumobito Jombang Gantung Diri Usai Gagal Ajak Istri Tenggak Racun

Anggi Fridianto • Kamis, 5 Maret 2026 | 04:03 WIB

 S, 60, seorang pria ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di dalam rumahnya di Desa Trawasan, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Rabu (4/3) siang.
S, 60, seorang pria ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di dalam rumahnya di Desa Trawasan, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Rabu (4/3) siang.

RadarJombang.id – S, 60, seorang pria ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di dalam rumahnya di Desa Trawasan, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Rabu (4/3) siang.

Korban diduga nekat mengakhiri hidup karena depresi akibat lilitan hutang dan sakit yang tak kunjung sembuh.

Dari data yang dihimpun, peristiwa itu diketahui sekitar pukul 14.30. "Yang pertama kali mengetahui istri korban, saat itu istri korban, C, baru keluar dari kamar usai mengaji dan mendapati suaminya, S, sudah dalam kondisi tergantung di jendela rumah," terang Kapolsek Sumobito AKP Tejo Bagus Purnomo.

Bagus menjelaskan, sebelum nekat gandir, sekitar pukul 11.00 saat hujan turun, S sempat meminta istrinya mengangkat jemuran.

Tak lama kemudian S mengajak sang istri untuk meminum racun bersama, namun ajakan tersebut ditolak.

“Istrinya kemudian mengambil wudhu dan mengajak korban salat Dzuhur bersama. Setelah itu istrinya mengaji di kamar,” lanjutnya.

Usai selesai mengaji sekitar pukul 14.30, C keluar kamar dan mendapati korban sudah meninggal dunia dalam posisi tergantung menggunakan tali tampar di bagian jendela rumah.

Petugas kesehatan dari puskesmas yang datang ke lokasi memastikan korban telah meninggal dunia.

Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda kekerasan maupun luka akibat benda tajam ataupun tumpul.

Menurut keterangan keluarga, S diketahui memiliki riwayat hutang di bank yang tidak mampu dibayar hingga menyebabkan tekanan mental.

Selain itu korban juga menderita sakit stroke selama kurang lebih sembilan bulan dan belum kunjung pulih.

“Dugaan sementara korban mengalami depresi karena masalah ekonomi dan kondisi kesehatannya,” kata Bagus.

Di lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti berupa seutas tali tampar dan kaos yang digunakan korban.

"Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah serta menolak dilakukan autopsi, sehingga jenazah langsung diserahkan untuk dimakamkan," pungkasnya. (riz)

Berita ini tidak bertujuan menginspirasi siapapun untuk bunuh diri. Bagi anda yang sedang mengalami gangguan mental bisa mengakses layanan konsultasi ke psikiater atau rumah sakit yang memiliki fasilitas pelayanan kesehatan jiwa.

Editor : Anggi Fridianto
#Trawasan #gantung diri #sakit menahun #Kecamatan Sumobito #Jombang #Terlilit Hutang