JOMBANG – Polisi mengungkap hasil otopsi sementara dua jasad perempuan yang ditemukan di bekas asrama Polri terbengkalai Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso.
Korban dipastikan meninggal akibat mati lemas dan terbakar dalam kondisi masih hidup.
Kasatreskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander menyampaikan, hasil pemeriksaan forensik memperkirakan waktu kematian antara 48 hingga 120 jam sebelum ditemukan.
“Dari hasil otopsi sementara, kematian diperkirakan antara 48 sampai 120 jam, atau sekitar dua sampai lima hari,” ujarnya.
Secara visual, tim forensik tidak menemukan tanda kekerasan akibat benda tumpul maupun benda tajam. “Tidak ada tanda kekerasan benda tumpul atau benda tajam. Kesimpulan dokter forensik, kematian diakibatkan mati lemas,” katanya.
Dimas menjelaskan, korban meninggal karena menghirup asap serta mengalami luka bakar. “Mati lemas karena hirup asap, kemudian juga ada luka bakar di area kulit,” ucapnya.
Temuan lain yang menonjol terdapat pada tubuh korban anak. “Pada tubuh anak ada pelepuhan di area pipi akibat zat kimia basah kuat,” jelasnya.
Sementara pada tubuh ibu korban, ditemukan kerusakan pada bagian tenggorokan hingga organ dalam. “Kerusakan itu akibat interaksi dengan zat kimia tersebut,” tambahnya.
Di lokasi kejadian, penyidik memang menemukan satu botol cairan pembersih lantai merek Porsek. Namun polisi belum memastikan apakah zat itu yang menyebabkan kerusakan tersebut. “Secara medis disebut zat kimia basah kuat. Apakah berasal dari Porsek, itu masih harus melalui uji laboratorium,” tegas Dimas.
Ia menambahkan, indikasi sementara memang mengarah pada dampak zat tersebut, namun kepastian menunggu hasil uji lab. “Kita belum bisa menyimpulkan sebelum uji laboratorium selesai,” katanya.
Polisi memastikan korban meninggal di tempat kejadian perkara (TKP). “Meninggalnya di TKP. Terbakarnya dalam kondisi masih hidup,” ujarnya.
Selain botol cairan kimia, petugas juga menemukan kunci motor dan korek api di lokasi. Seluruh barang bukti telah diamankan untuk pendalaman.
Tindak lanjut penyelidikan saat ini meliputi penelusuran rekaman CCTV di sekitar lokasi, pemeriksaan saksi-saksi, serta pengajuan uji laboratorium terhadap barang bukti kimia yang ditemukan.
“Nanti akan kami gelarkan hasil penyelidikan secara lengkap setelah seluruh rangkaian selesai,” tandasnya.
Jenazah kedua korban telah dimakamkan pihak keluarga, sementara penyidikan masih terus berjalan untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa tersebut. (riz)
Editor : Anggi Fridianto