Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Sempat Hilang, Perempuan Muda Asal Jombang Ditemukan Mengapung di Sungai Brantas Mojokerto

Achmad RW • Senin, 5 Januari 2026 | 01:32 WIB
Petugas dan relawan saat mengevakuasi jasad korban dari dalam sungai brantas
Petugas dan relawan saat mengevakuasi jasad korban dari dalam sungai brantas

RadarJombang.id – Seorang perempuan muda asal Kabupaten Jombang yang dilaporkan hilang ditemukan meninggal dunia mengapung di aliran Sungai Brantas, Kota Mojokerto, Minggu (4/1).

Korban diketahui bernama Endri Lukitasari, 34, warga Dusun Tanggungan, Desa Tanggung Kramat, Kecamatan Ploso.

Jasad korban pertama kali ditemukan warga di aliran Sungai Brantas kawasan Desa Pagerluyung, Gedeg, Mojokerto sekitar pukul 09.45 WIB.

Saat ditemukan, kondisi korban mengambang di tengah sungai tanpa busana dan belum diketahui identitasnya.

Petugas gabungan dari kepolisian, BPBD, dan relawan kemudian melakukan proses evakuasi.

Jasad sempat terlihat di sekitar Dam Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, sebelum akhirnya berhasil dievakuasi di bantaran sungai.

“Awalnya warga melihat jasad mengambang. Kami langsung mendatangi lokasi dan melakukan evakuasi,” ujar Kanit II Tipikor Satreskrim Polres Mojokerto Kota, Iptu Muklisin.

Jenazah selanjutnya dibawa ke kamar jenazah RSUD dr Wahidin Sudirohusodo, Mojokerto, untuk dilakukan pemeriksaan.

Identitas korban baru terungkap setelah tim Inafis melakukan pemeriksaan biometrik menggunakan Mobile Automated Multi Biometric Identification System (MAMBIS).

“Hasil identifikasi memastikan korban bernama Endri Lukitasari, warga Ploso, Jombang,” kata Muklisin.

Dari keterangan keluarga, korban diketahui telah meninggalkan rumah sejak Sabtu (2/1/2026) dini hari dan tidak kunjung kembali.

Keluarga sempat melakukan pencarian dan melapor ke perangkat desa sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

“Korban sudah pergi dari rumah sejak Sabtu dini hari. Keluarga sempat mencari dan melapor,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan olah tempat kejadian perkara, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan maupun indikasi penganiayaan pada tubuh korban.

“Tidak ada luka kekerasan. Tidak ditemukan unsur pidana,” tegas Muklisin.

Polisi menduga korban mengalami tekanan psikologis atau depresi sebelum meninggal dunia.

Dugaan tersebut diperkuat dari keterangan keluarga serta hasil pendalaman penyelidikan.

“Kami menduga korban mengalami depresi, kemudian meninggal dunia dan terbawa arus Sungai Brantas,” imbuhnya.

Setelah identitas dipastikan, pihak keluarga mendatangi RSUD dr Wahidin Sudirohusodo dan menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

Keluarga juga membuat surat pernyataan tidak akan menuntut pihak mana pun.

“Pihak keluarga sudah menerima dan tidak menuntut,” pungkas Muklisin.

Jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk disemayamkan dan dimakamkan. (riz)

Editor : Achmad RW
#Mojokerto #identitas #wanita #Jombang #brantas #jasad