Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Kisruh Bonus Pelatih dan Atlet Lari di Jombang, Komisi D DPRD Turun Tangan Panggil Pihak Terkait

Azmy endiyana Zuhri • Rabu, 26 November 2025 | 14:22 WIB

 

 

SERIUS: Komisi D DPRD Jombang membahas terkait bonus pelatih.   
SERIUS: Komisi D DPRD Jombang membahas terkait bonus pelatih.  

Radarjombang.id – Polemik pencairan bonus pelatih bagi atlet berprestasi di Jombang akhirnya menemukan jalan keluar.

Komisi D DPRD Jombang menggelar rapat dengar pendapat (hearing) Senin (24/11), menghadirkan PASI Jombang, Disporapar, KONI, serta atlet lari jarak jauh Ardhi Wirayuda.

Ketua Komisi D, Muhammad Agung Natsir, menegaskan persoalan ini merupakan masalah personal antara atlet dan pelatih sehingga penyelesaiannya harus dilakukan secara baik dan terbuka.

”Ini masalah personal antara atlet dan pelatih. Harapan kami selesai secara baik tanpa berlarut-larut,” ujarnya.

Agung menjelaskan, secara anggaran PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) sudah memiliki alokasi untuk bonus tersebut. Baik legislatif maupun eksekutif disebutnya telah menyetujui pos anggaran itu.

”Kami mendorong realisasi segera dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya. Ia juga mengingatkan agar polemik tidak berlarut karena bisa berdampak negatif terhadap pembinaan atlet.

”Jangan sampai atlet berpotensi justru pindah karena persoalan seperti ini,” tambahnya.

Sekretaris Komisi D DPRD Jombang, Rahmad Agung Saputra, menyampaikan hearing menghasilkan titik temu.

”Hasil pembahasan sudah klir. Ada kesepakatan bersama terkait tuntutan atlet dan nanti dibuatkan surat kesepakatan,” jelasnya.

Kesepakatan itu mencakup PASI bersedia memberikan bonus kepelatihan sesuai tuntutan, atlet berkewajiban mencabut laporan ke kepolisian, serta penyusunan surat kesepakatan yang akan dibantu tim kuasa hukum dari pihak Ardhi.

Ardhi Wirayuda, atlet yang sejak 2019 menyumbangkan 6 emas, 1 perak, dan 1 perunggu untuk Jombang, menegaskan tuntutannya sejak awal adalah pembagian 50:50 antara pelatih utama dan pendamping.

”Tuntutan saya sejak awal adalah pembagian 50:50 antara pelatih utama dan pendamping,” tegasnya.

Ia menyebut kesanggupan PASI menjadi jalan tengah terbaik. ”Alhamdulillah, praktik yang tidak sesuai ini tidak akan terulang. Harapan saya ini baik untuk regenerasi atlet ke depan,” ungkapnya.

Setelah ada kepastian bonus, Ardhi memastikan akan mencabut laporannya.

”Saya sangat menghargai jasa pelatih, meski ada yang tidak melatih saya langsung. Dengan kesepakatan ini, saya pastikan mencabut laporan,” pungkasnya. (yan/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#dprd jombang #Pencairan bonus #Jombang #komisi D #pelatih #polemik