RadarJombang.id – Upaya pencarian terhadap Ahmad Alfin Mubarok , 5, yang diduga tercebur di sungai Dusun Mojogeneng, Desa Gedangan, Kecamatan Mojowarno, Selasa (28/10), masih terkendala kondisi medan.
Sungai di belakang rumah korban hanya selebar 3–4 meter dengan kedalaman sekitar setengah meter.
Sehingga tim penyelamat tidak bisa menurunkan perahu karet dan melakukan pencarian dengan cara penyisiran manual.
Supervisor Pusdalops BPBD Jombang Stevie Maria menjelaskan, penyisiran sementara dilakukan secara manual oleh empat petugas BPBD dibantu warga dan polisi.
Pencarian difokuskan pada radius 150 hingga 300 meter dari titik dugaan korban tenggelam.
“Kita tidak bisa turunkan perahu karet karena lebar sungai terlalu sempit. Jadi pencarian dilakukan manual di tanggul dan aliran sungai,” ujarnya.
Selain itu, kondisi sungai juga cukup dangkal hingga membuat perahu karet sulit turun.
"Kondisi sungai tidak deras airnya, dan kedalamannya juga hanya 50 centimeter atau setengah meter, sehingga perahu sulit," lanjutnya.
Hingga Selasa (28/10) malam hari, petugas masih melanjutkan pencarian dengan alat bantu seadanya.
Tim tambahan dari BPBD dan Basarnas dijadwalkan bergabung esok pagi untuk memperluas area penyisiran.
“Besok kami bagi dua regu, satu di aliran sungai dan satu lagi di atas tanggul,” pungkas Pepy.
Sebelumnya bocah berusia 5 tahun tenggelam di sungai Dusun Mojogeneng, Desa Gedangan, Kecamatan Mojowarno Selasa (28/10) petang.
Hingga Selasa malam, upaya pencarian korban masih dilakukan petugas.
Dari data yang dihimpun, bocah yang hilang itu adalah Ahmad Alfin Mubarok , 5, warga Dusun Mojogeneng.
"Jadi ceritanya, korban ini sekitar pukul 17.00 itu sedang disuapi ibunya, kemudian ditinggal mandi dan dititipkan ke kakaknya, sementara ayahnya di belakang rumah mencari rumput," terang Sukarno, Kepala Desa Gedangan.
Hingga setelah sang ibu selesai mandi, atau sekitar salat maghrib, Alfin tak lagi berada di rumah.
"Maghrib itu dicari kok sudah tidak ada, sehingga diduga memang tenggelam, karena rumah korban memang mepet sekali sama sungai, jaraknya 5 meteran saja," lontarnya.
Hingga pukul 20.30, anak pasangan Moh Yahya, 49 dan Muslihus Sa'diyah, 47, itu tak kunjung ditemukan.
Upaya pencarian pun dilakukan bersama sejumlah relawan dan petugas BPBD Jombang.
"Iya ini tadi masih dicari, ada yang didarat, ada yang di sungai juga," lontarnya. (riz)
Editor : Achmad RW