Radarjombang.id – Kecelakaan lalu lintas antara bus Mira dan sebuah truk terjadi di jalur arteri Nasional Desa Glagahan, Perak, Jombang, Rabu (17/9) malam.
Insiden tersebut menyebabkan sopir truk mengalami luka-luka.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kecelakaan itu berlangsung sekitar pukul 21.00. "Kejadiannya posisi truk dan bus sama-sama dari timur ke barat," terang Setiawan, 31, saksi di lokasi.
Kejadian ini berawal ketika truk bernomor polisi W 8609 QA melaju dari arah Jombang menuju Nganjuk.
Truk tersebut dikemudikan Mochammad Qomaruddin, 28, warga Gamongan, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro.
"Pas di lokasi kejadian, truk tiba-tiba mau membelok ke arah utara atau kanan untuk masuk ke perkampungan," terangnya.
Nahas, dari belakang melaju bus Mira dengan kecepatan tinggi. Bus berpelat nomor AG 7262 US yang dikemudikan Prima Sentosa, 52, asal Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah, itu tengah ngeblong di lajur kanan sehingga tidak dapat menghindari truk di depannya.
Tabrakan keras pun tak terhindarkan. Bagian tengah truk dihantam bus.
Akibat tabrakan itu, bagian kaca depan bus retak dan pecah, sementara truk terguling dan menimpa tiang listrik di tepi jalan.
“Sopir truk mengalami luka dan langsung dibawa ke RSUD Jombang untuk perawatan,” lanjutnya.
Meski tidak ada korban jiwa, insiden itu sempat membuat jalur utama Jombang–Nganjuk macet panjang hingga kedua kendaraan dievakuasi.
Petugas Satlantas Polres Jombang segera melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengatur arus lalu lintas.
Baca Juga: Diduga Sopir Mabuk, Truk Picu Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Jombang
Kedua kendaraan yang mengalami kerusakan parah langsung dievakuasi menggunakan derek, sementara 32 penumpang bus dipindahkan ke armada lain untuk melanjutkan perjalanan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang, Ipda Siswanto, menyebut penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan.
“Satu orang luka, yakni sopir truk sudah dievakuasi. Sementara pengemudi bus, kondektur, dan kernet selamat. Kasus ini masih penyelidikan,” tegas Siswanto. (riz)
Editor : Anggi Fridianto