RadarJombang.id - Gelaran karnaval perongatan HUT ke-80 RI di Desa Tanggalrejo, Kecamatan Mojoagung, Jombang berubah jadi aksi tawuran.
Sejumlah warga terlibat baku pukul tanpa sebab yang jelas.
Video aksi tawuran dalam gelaran itu, viral di media sosial.
Dari rekaman video amatir yang didapat Jawa Pos Radar Jombang, terlihat aksi baku pukul itu terjadi saat karnaval tengah berlangsung.
Sejumlah warga yang masih mengenakan pakaian atau kostum karnaval, terlihat baku pukul di dalam pagar rumah warga.
Beberapa warga yang menyaksikan tawuran itu, terlihat histeris.
Beberapa yang lain juga mencoba memisahkan kedua pihak yang bertikai.
Dalam video berdurasi 3 menit itu, terlihat aksi baku pukul itu berlangsung beberapa kali oleh sejumlah orang berbeda.
Aksi itu, akhirnya selesai setelah aparat TNI datang dan melerai warga yang bertikai.
"Kejadiannya sore tadi, itu sebenarnya sudah mau selesai, tinggal dua yang belum start, tapi karwna tawuran otu dibubarkan sama pak lurah (kades,Red)," terang P, salah satu warga Tanggalrejo.
Ia menyebut, sejumlah orang yang terlibat tawuran itu sebenarnya berasal dari desa yang sama.
"Beda dusun saja itu sebenarnya, tapi masalahnya apa juga belum jelas," lontarnya.
Namun, dari informasi yang ia lihat dan ketahui, diduga kuat aksi tawuran itu diduga dipicu masalah alkohol.
"Banyak yang mabuk memang, jadi kayaknya gara-gara itu mungkin," lontarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Tanggalrejo Dimas Wahyu Ramadhana juga tak menampik kejadian itu.
"Iya, saya juga menyesalkan sekali memang tahun-tahun lalu aman kok tahun ini malah seperti ini," ucapnya kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Dona, sapaan akrabnya menyebut karnaval itu diikuti perwakilan masing-masing RW di desanya.
"Untuk pemicunya mungkin salah paham saja, yang jelas sudah selesai," imbuhnya.
Pihaknya juga menyebut pihak-pihak yang terlibat tawuran itu, kini telah dikumpulkan dan dipertemukan.
"Kami sudah pertemukan, dan didamaikan, intinya saya anggap sudah selesai," pungkasnya.
Senada, Kapolsek Mojoagung Kompol Yogas yang dikonfirmasi juga tak menampik adanya kejadian itu.
"Mohon waktu malam masih di dalami," tulisnya dalam pesan singkat yang dikirim ke nomor wartawan. (riz)
Editor : Achmad RW