RadarJombang.id - Seorang remaja asal Desa Sidokumpul, Kecamatan Sambeng, Lamongan jadi korban pengeroyokan sekelompok pemuda diduga gangster di Jembatan Ploso.
Korban, menderita luka parah pada bagian kepala hingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Ia, diserang sejumlah pemuda saat sedang asyik berfoto di atas Jembatan Ploso Jombang usai pulang ngopi.
"Kejadiannya ini menimpa anak saya Yoga Arjuna, 16, kejadiannya pada Jumat (15/8) malam lalu," terang Sujianto, 43, ayah korban kepada Jawa Pos Radar Jombang Senin (18/8) malam.
Ia menjelaskan, hari itu anak semata wayangnya itu memang pamit ke untuk ngopi bersama seorang temannya.
Keduanya pun ngopi di tanggul brantas Dusun Dolok, Desa Bedahlawak, Tembelang Jombang.
"Sampai di atas jam 22.00, anak saya ini bermaksud pulang, namun mau foto dulu di atas jembatan ploso," lontarnya.
Setelah beberapa kali berfoto itulah, anaknya ini didatangi sekelompok pemuda menggunakan motor.
"Kalau yang mendatangi itu kata anak saya ada beberapa motor, jumlah orangnya sekitar 6-8 orang," rincinya.
Tanpa alasan yang jelas, gerombolan pemotor ini kemudian mendatangi korban dan menanyai alamat.
"Mereka datang terua tanya kamu anak mana, begitu dijawab anak Lamongan, langsunglah dipukuli itu anak saya," lontarnya.
Sejumlah pelaku, disebut Sujianto secara bergiliran mendaratkan bogem dan tendangan kepada anaknya itu hingga ia tak berdaya. Setelah itu para pelaku kabur.
"Anak saya luka memar pada bagian wajah yang paking parah, salah satu mata juga lebam dan menghitam. Dari Rontgen di rumah sakit ada retak di tengkorak juga," lontarnya.
Hingga Senin malam, Yoga masih menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit di Kecamatan Tembelang.
Kendati demikian, ia juga mengaku belum melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.
"Baru rencana mau laporan, karena memang beberapa hari ini masih harus mengurus anak di rumah sakit," tambahnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Ploso Kompol Purwo Atmojo Rumantyo menyebut juga belum mendapatkan laporan tentang kejadian pengeroyokan itu.
"Kalau laporan memang belum ada, namun tim akan segera mengecek kebenaran berita itu. Kita coba akses keluarganya," pungkasnya. (riz)
Editor : Achmad RW