RadarJombang.id – Mukid, 56, seorang tenaga honorer penjaga Tirta Wisata Jombang ditemukan meninggal dunia di tempat kerjanya Sabtu (21/6) siang.
Tubuh warga Desa Kedungbetik, Kesamben, Jombang itu ditemukan sudah kaku di dalam pos penjagaan sebelah timur setelah seharian tak terlihat.
Dari data yang dihimpun, kejadian mengejutkan ini awalnya diketahui rekan kerja korban.
Sabtu pagi, rekan korban melihat Mukid sudah dalam kondisi tidur dengan tangan terlentang di dalam pos itu.
“Pagi itu sudah ada teman bagian keamanan juga yang melihat, tidak bergerak tapi dikira tidur, jam 11.00 itu saya lihat lagi sama teman lain ternyata sudah meninggal, sudah kaku badannya,” ungkap Muhamad Pardi, 57, rekan kerja korban.
Ia menyebut, Mukid memang tak lagi terlihat keluar dari pos itu sejak Jumat (20/6) lalu.
Sehari sebelumnya, ia juga menyebut penjaga malam itu memang terlihat lemas dan mukanya pucat.
“Kamis itu kelihatan sudah lemas, pucat, sempat disarankan sama teman-teman ke dokter, tapi dia katanya memilih minum obat warung saja kemudian istirahat di pos, tapi Jumat itu sudah tidak terlihat keluar lagi,” lontarnya.
Kejadian itu, dibenarkan Kapolsek Peterongan Iptu Solihin Budi Santosa.
Pihaknya menyebut korban yang juga penjaga malam di Tirta Wisata itumemang diketahui sudah tak terlihat sejak Jumat sore sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia di pos jaga.
“Menurut temannya tadi memang dia tidak lagi terlihat sejak kemarin, lampu yang harusnya dinyalakan juga tidak dinyalakan, ternyata setelah dilihat sudah meninggal dunia,” ungkapnya.
Polisi yang kemudian menerima laporan, mendatangi lokasi dan melakukan olah kejadian perkara. Petugas, juga melakukan visum luar pada tubuh korban.
“Hasilnya tidak ditemukan bekas tanda penganiayaan, kemungkinan besar meninggal karena sakit,” ungkapnya.
Solihin menyebut, selain berdasarkan keterangan rekan kerja korban yang menyebut Mukid sempat lemas sebelum ditemukan meninggal dunia, keluarga juga menjelaskan jika korban memang mengidap penyakit diabetes dan kolesterol.
“Dan setelah diperiksa tadi indikasinya memang ada gagal ginjal juga, karena kaki korban ini kondisinya bengkak,” imbuhnya.
Karena dipastikan tak ada tanda penganiayaan, jasad korban pun langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan. (riz)
Editor : Achmad RW