Radarjombang.id - Nasib tragis dialami 2 gadis ABG asal Mojokerto.
Adalah, KBS 15 dan CR yang jadi korban persetubuhan di bawah umur oleh tiga pemuda asal Trowulan Mojokerto.
Masing masing Adalah RPA 23, BR 21, dan MLAP 19.
Dua ABG tersebut jadi korban persetubuhan di sebuah hotel yang berada di Kecamatan Mojoagung, Jombang pada Minggu (1/6) malam.
Informasi yang dihimpun, kejadian terjadi sekitar pukul 01.00 WIB.
Awalnya, korban KBS dibujuk remaja berinisial RPA untuk pergi ke sebuah hotel di kawasan Mojoagung Jombang.
Malam itu, RPA meminta KBS untuk tidak pergi sendirian, melainkan mengajak temannya.
Alasannya, supaya korban tidak sendiri. Tak butuh waktu lama, korban kemudian mengajak temannya berinisial CR.
Dengan modal bujuk rayu, CR diajak para pelaku ini menuju ke salah satu hotel yang berada di Kecamatan Mojoagung, Jombang.
Para pelaku sudah menyiapkan aksinya, mereka menyewa dua kamar di hotel tersebut untuk memuaskan nafsu bejatnya.
Tak butuh basa-basi, korban CR kemudian disetubuhi oleh tiga pemuda tersebut.
Dari informasi yang dihimpun, pelaku RPA menyetubuhi korban sebanyak satu kali, pelaku MLAP satu kali dan pelaku BR sebanyak dua kali.
Esok harinya, KB sakit. CR yang mengetahui kejadian tersebut memberitahukannya kepada orangtua korban.
Orangtua korban naik pitam dan tak terima. Tak terima anak gadisnya jadi korban, orang tua KB bersama warga lainnya, mereka mendatangi rumah para pelaku dan menggelandangnya ke Polsek Mojoagung
Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Margono Suhendra, melalui Kanit UPPA, Ipda Faris Patria Dinata membenarkan kejadian tersebut.
Paska mendapatkan laporan tiga pelaku kemudian ditangkap pada Senin 16 Juni 2025, pukul 01.00 WIB.
“Pelaku sudah kita amankan dan kini telah menjalani pemeriksaan,” ujar Faris, Rabu (19/6).
Menurutnya, kasus ini terungkap setelah salah satu orang tua korban melaporkan kasus ini ke kepolisian.
Sebelum terungkap korban sempat mengeluh kepada orang tuanya mengalami sakit dibagian tubuh sensitifnya.
“Orang tua korban kemudian mencecar pertanyaan dan terungkap jika anaknya mengalami kekerasan seksual dan langsung melaporkan kasus ini ke kami,” tambahnya. (ang)