RadarJombang.id - Setelah sempat jadi misteri, polisi akhirnya mengungkap penyebab pasti kematian Dodik Darmawanto, 45, di kebun belakang KUD Rejoagung, Ploso Jombang.
Polisi menyebut, dari hasil otopsi yang dilakukan petugas, tidak terdapat unsur pidana atau kekerasan dalam kematian korban.
"Saya membenarkan tadi pagi ada laporan dari masyarakat memang ada ditemukan mayat, dan dilaporkan ke pihak kepolisian," terangnya.
Polisi bersama dokter forensik RS Bhayangkara Kediri, juga telah melakukan otopsi kepada jasad korban, dan hasilnya penyebab kematian korban dipastikan karena gagal jantung.
"Dari hasil otopsi yang telah dilakukan oleh dokter forensik kematian dari korban tersebut dari mayat yang pertama memang adanya pendarahan di kantung," terang Margono.
Pihaknya menyebut, hal itu juga sesuai dengan keterangan pihak keluarga yang menjelaskan jika korban Dodik memang mengidap penyakit jantung sebelumnya.
"Itu terbukti dari riwayat sakit korban yang mana memang pernah juga dilakukan pengecekan EKG jantung di RSUD Ploso," imbuhnya.
Gagal jantung itu, disebut Margono juga membuat korban kehabisan oksigan. Hal itulah yang menyebabkan korban lemas hingga akhirnya ambruk hingga meninggal dunia.
Saat disinggung terkait adanya luka pada bagian wajah korban, Polisi menyebut hal itu juga merupakan dampak ambruknya korban usai serangan jantung tersebut.
"Jadi luka lecet berada di bagian pipi dan dagu itu akibat jatuh dan mengenai tembok yang berada di TKP," imbuhnya.
Karena dipastikan bukan korban tindak pidana dan meninggalnya korban wajar, Margono menyebut menyerahkan jenazah korban ke pihak keluarga.
"Keluarga sudah menerima, setelah ini jasad diserahkan untuk dimakamkan," pungkasnya.
Jasad sesosok pria ditemukan warga dalam kondisi terlentang di kebun belakang KUD Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Jombang Kamis (8/5) pagi.
Di tubuh jasad pria itu, ditemukan bekas luka pada bagian wajahnya.Dari data yang dihimpun, jasad pria itupun ditemukan warga yang hendak buang sampah. (riz)
Editor : Achmad RW