Radarjombang.id - Korban ledakan petasan asal Kecamatan Sumobito telah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Jombang sejak, Minggu (14/4).
Saat ini, tim dokter dari RSUD Jombang telah melakukan persiapan untuk penanganan operasi.
Direktur RSUD Jombang dr. Ma'murotus Sa'diyah membenarkan korban telah mendapatkan perawatan dan dijadwalkan operasi.
"Jadi memang benar, awalnya korban dirawat di RS PKU Muhammadiyah Mojoagung dan sekarang sedang kami rawat di RSUD Jombang,'' ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang, Senin (14/4).
Ia mengatakan, dari hasil observasi tim medis, korban bakal dilakukan operasi hari ini.
"Rencana dilakukan operasi hari ini dan sepertinya akan kehilangan telapak tangan kanan atau jari-jari nya,'' tambahnya.
Ia mengatakan, tim dokter telah berupaya maksimal melakukan penanganan.
Namun, karena kondisi luka yang dialami cukup serius, kemungkinan besar korban akan diamputasi pada bagian tangan.
"Akan dilakukan operasi hari ini dan risiko nya kemungkinan ya amputasi telapak tangan kanan,'' jelas dia.
Ia pun mengimbau, agar masyarakat khususnya para orang tua menjaga serta melarang anak anak mereka bermain petasan.
"Mengingat besar nya risiko ledakan mercon, maka dihimbau dengan sangat agar orang tua dan masyarakat waspada agar tidak bermain-main dengan mercon,'' pungkasnya.
Pihaknya menambahkan, seluruh biaya pengobatan akan ditanggung pemerintah. "Ya, benar seluruhnya ditanggung,'' pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, nasib nahas menimpa seorang bocah berusia 12 tahun asal Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito.
Tangan kanannya mengalami luka parah usai terkena ledakan petasan yang dimainkan bersama sejumlah temannya di pinggir jalan, Sabtu (12/4) sore.
Informasi yang dihimpun, korban berinisial MH, kini harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit karena tangan kanannya hancur.
Dari rekaman CCTV, kejadian itu berlangsung cepat. Korban mengalami luka di bagian tangan kanan. Setelah terkena ledakan petasan, tampak jemarinya mengalami luka serius.
Kapolsek Sumobito AKP Bagus Tejo Purnomo menerangkan, peristiwa ini terjadi saat korban sedang bermain petasan bersama lima anak rekannya Sabtu (12/4) sore.
”Petasan itu dimainkan di perempatan jalan sekitar pukul 17.20 WIB,” terangnya.
Editor : Anggi Fridianto