Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Viral, Lansia Sakit Naik Ambulans Dibawa Ke Kios Demi Bisa Tebus Pupuk Bersubsidi di Jombang

Achmad RW • Rabu, 26 Februari 2025 | 16:24 WIB
Video viral lansia sakit terpaksa dibawa ke kios menggunakan ambulans desa hanya demi bisa menebus pupuk bersubsidi di Jombang
Video viral lansia sakit terpaksa dibawa ke kios menggunakan ambulans desa hanya demi bisa menebus pupuk bersubsidi di Jombang

RadarJombang.id - Sebuah video seorang wanita lansia yang harus dibawa menggunakan ambulans ke kios pupuk untuk menebus pupuk bersubsidi viral di media sosial.

Hal itu, harus dilakukan warga dan keluarga korban lantaran pembelian pupuk bersubsidi di wilayah tersebut tak bisa diwakilkan.

Sementara sang nenek yang juga petani, tak punya keluarga lagi yang se-KK dengannya.

Dalam video berdurasi 2 menit yang diterima Jawa Pos Radar Jombang, kejadian ini bermula dari dua orang pria yang mendatangi kios pupuk di Desa Pucangsimo, Kecamatan Bandarkedungmulyo.

Dua pria itu, menanyakan kepada penjaga kios pupuk yang menyebut pengambil pupuk harus datang sendiri ke kios untuk bisa mengambil pupuk bersubsidi.

"Niki ngeten njih, ibuk e sakit, angsal tumbas pupuk nopo mboten, (ini begini ya ibu nya kan sakit, ini boleh beli pupuk apa tidak)," ungkap pria itu.

Hal itupun dijawab seorang wanita berkerudung yang jadi penjaga pupuk.

"Kulo faham, kalau ibu e mboten ten mriki kan mboten saget (Saya faham, kalau ibu nya tidak di sini kan tetap tidak bisa," ungkapnya.

Pria perekam video itupun kemudian memperlihatkan wanita yang sedang sakit yang dimaksud.

Wanita itu, tampak terbaring lemah di dalam sebuah mobil siaga desa atau mobil ambulans desa yang diparkir di depan kios pupuk tersebut.

Setela itu, si perekam video kembali masuk ke dalam kios untuk mempertanyakan kembali soal tak bolehnya membeli pupuk dengan diwakilan itu.

"Berarti nek ibu e mboten dugi mboten saget nggih, niki kan ibu e sakit (berarti kalau ibunya tidak datang tidak bisa ka, kan ibunya sedang sakit)" ungkap pria itu kembali.

Penjaga kios pupuk itupun kembali menjawab pertanyaan dua pria tersebut.

"Sak iki iso, tapi ambil phonska, ureanya nanti......mundut pupuk nek ibuk e pun saras kan nggih saget (Sekarang bisa, tapi ambil phonska saja, ureanya nanti.... (lagian,Red) ngambil pupuk kalau sudah sembuh kan bisa" sambung wanita penjaga kios itu.

Wanita penjaga kios, juga menanyakan perihal apakah sang ibu memiliki anggota keluarga yang masih satu KK dengannya.

"Sing se-KK kalih ibuk e wonten? (yang satu KK sama ibunya ada?)," tanya penjaga.

"Dikandani gak enek kok, keluargane wis meninggal (dibilangi tidak ada kok, keluarganya sudah meninggal dunia)," jawab pria perekam video.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Pucangsimo M Soni membenarkan kejadian itu. Pihaknya juga mengakui lokasi video itu memang ada di desanya.

"Jadi benar, kejadiannya sudah sekitar 4 hari lalu, saya tahunya juga setelah viral dikasih tahu sama perangkat," terangnya.

Ia menjelaskan, wanita yang berniat mengambil video itu adalah warga Desa Brodot, atau desa yang bersebalahan dengan desanya.

"Namanya siapa saya tidak tahu, tapi ibu ini memang sakit dan mungkin punya sawah di Pucangsimo, sehingga mengambil pupuknya di Pucangsimo," lontarnya.

Sementara, lokasi kios pupuk yang jadi lokasi video viral itu adalah kios pupuk di desanya. Sedangkan wanita yang berbicara dengan perekam video itu, adalah pegawainya.

"Itu pegawainya namanya mbak Nurul, tapi kiosmya milik pak Suparjo, dan memang di pucangsimo," lontarnya.

Soni juga menyebut, kondisi pengambilan pupuk bersubsidi yang sulit itu memang tak dialami warga.

Baca Juga: Petani di Jombang Terpaksa Beli Pupuk Nonsubsidi Untuk Tanaman Padinya Meski Jauh Lebih Mahal

"Aturannya memang menyulitkan mas, banyak warga yang protes sebenarnya soal pengambilan pupuk ini," imbuhnya.

Ia mengaku, bahkan sempat jadi korban dari sulitnya proses pengambilan pupuk tersebut.

"Saya sendiri jadi saksinya, waktu saudara saya di luar pulau, anaknya yang satu KK di Malang, tidak bisa kok mengambil sendiri, padahal saya juga kades, harus ke Balai Pertanian dulu, itupun kalau PPLnya ada," imbuhnya.

Ia berharap, kejadian itu jadi pelajaran penting bagaimana harusnya layanan seperti ini bisa diperbaiki.

"Warga sebenarnya sudah mau demo, tapi bisa diredam, ya semoga saja kondisinya segera membaik," pungkasnya. (riz)

 

Editor : Achmad RW
#bandarkedungmulyo #video #ambulans #bersubsidi #Jombang #pucangsimo #Pupuk #lansia #sakit #viral