Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Keluarga Korban dan Aktivis Turun Jalan, Tuntut Tiga Pelaku Pembunuhan dan Rudapaksa Dihukum Berat

Achmad RW • Rabu, 26 Februari 2025 | 13:17 WIB
Aksi sejumlah aktivis perempuan dan keluarga korban menuntut pelaku pembunuhan dan rudapaksa di Jombang dihukum berat
Aksi sejumlah aktivis perempuan dan keluarga korban menuntut pelaku pembunuhan dan rudapaksa di Jombang dihukum berat

RadarJombang.id – Puluhan warga menggelar aksi damai di kawasan Taman Informasi Jombang dan depan Kantor DPRD Jombang, Selasa (25/2) siang.

Aksi tersebut sebagai respons meningkatnya kasus krimininalitas, terutama kekerasan seksual terhadap perempuan di Jombang dalam dua bulan terakhir.

Salah satu yang disorot, yakni kasus rudapaksa dan pembunuhan keji yang menimpa Putri Regina Amanda, 19, remaja asal Desa Sebani, Kecamatan Sumobito Jombang yang mayatnya ditemukan mengambang di sungai di Kecamatan Megaluh (11/2) lalu.

Pantauan di lokasi, massa memulai aksinya di Taman Informasi Jombang di Jl KH Wahid Hasyim.

Puluhan massa kompak mengenakan pakaian serbahitam menggelar orasi di kawasan taman kota tersebut.

Sambil berorasi, massa juga membawa sejumlah poster dan spanduk menuntut keadilan untuk Putri. Selain dari kalangan aktivis pemerhati perempuan dan anak, tampak sejumlah keluarga Putri juga ikut dalam aksi unjuk rasa tersebut.

Sejumlah personel kepolisian terlihat mengawal jalannya unjuk rasa. Para pendemo juga memasang foto Putri dalam spanduk.

Setelah melakukan orasi di kawasan Taman Informasi, massa kemudian bergerak menuju kantor DPRD Jombang.

Sepanjang jalan, massa terus melakukan orasi menuntut keadilan untuk Putri. 

Ana Abdillah, salah satu perwakilan aksi menyebutkan, aksi damai ini dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada Putri.

Selain itu, aksi ini juga bentuk peringatan jika kasus kekerasan seksual kepada perempuan di Jombang tidak boleh dianggap sepele.

Baca Juga: Asmara Dunia Maya Berujung Petaka di Jombang: Pamit COD Berakhir Jadi Korban Pembunuhan dan Rudapaksa

”Jombang tidak lagi aman. Angka kriminalitas yang terjadi sangat mengerikan. Ini juga aksi solidaritas dari warga Sebani, karena ada anak remaja yang dip3rk054 kemudian dibuang ke sungai hingga meninggal dunia,” ungkap Ana di depan Kantor DPRD Jombang.

Ia menegaskan, aksi ini bertujuan untuk mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus yang menimpa Putri dan kasus-kasus kekerasan lainnya.

Selain itu, menuntut pemerintah daerah untuk meningkatkan upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak, serta menciptakan ruang aman di seluruh wilayah Jombang.

”Aksi ini juga membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan kekerasan dan penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan,” terangnya.

Ana juga menyebut, selain penegakan hukum yang harus dilakukan secara proporsional kepada para pelaku, aspek pemulihan kepada korban dan keluarganya juga tidak boleh diabaikan.

”Kami juga mendesak untuk aspek pemulihan kepada keluarga korban juga ditegakkan. Ke depan kami berharap tidak ada lagi Putri Putri yang lain yang jadi korban kekerasan,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu anggota keluarga Putri sempat menangis haru saat membacakan orasinya.

”Saya berharap para pelaku dihukum sesuai dengan peraturan yang ada, hukum seberat-beratnya,” ungkap Aris Gemanti, keluarga Putri.

Seperti diberitakan sebelumnya, nasib memprihatinkan menimpa Putri Regina Amanda, 19, remaja asal Desa Sebani, Kecamatan Sumobito.

Remaja yang masih duduk di bangku tingkat SMA ditemukan tewas mengambang di Saluran Induk Mrican Kanan, Desa Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh (11/2).

Dari hasil penyelidikan terungkap, sebelum tewas, Putri sempat dianiaya dan digilir ketiga pelaku di areal persawahan di Desa Godong, Kecamatan Gudo.

Dalam kondisi yang sudah tak berdaya, ketiga pelaku tega membuang korban ke sungai.

Baca Juga: Ini Hasil Otopsi Serta Penyebab Kematian Perempuan Asal Sumobito yang Mengapung di Sungai Pacarpeluk Jombang

Pelaku juga membawa kabur motor dan ponsel korban. Ketiga pelaku kini sudah berhasil ditangkap.

Ketiganya masing-masing AP, 18, remaja asal Kecamatan Perak sebagai otak pelaku kejahatan ini sekaligus pacar korban.

Selain itu AT, 18, dan Lutfi Innahu, 32, keduanya warga Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri. Pihak keluarga berharap ketiga pelaku dihukum seberat-beratnya. (riz/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#Jombang #aksi damai #pembunuhan #Sumobito #rudakpaksa #korban #keluarga #aktivis