RadarJombang.id – Video penangkapan pria yang disebut-sebut sebagai penculik anak di Mojokerto beredar luas di media sosial.
Pria itu, ternyata adalah MH, 32, warga Tambaksari, Surabaya, yang sudah membuat resah warga sekitaran Mojokerto beberapa waktu terakhir.
Aksinya menculik sejumlah anak perempuan di bawah umur dan menjarah harta bendanya, tengah jadi perbincangan.
MH, berhasil ditangkap tepat di pinggir jalan raya sekitar pukul 10.00 di Desa Curahmojo, Kecamatan Pungging, Minggu (16/2).
Dalam video yang diterima, pria berkacamata dan mengenakan kemeja biru terang serta celana jeans itu, terlihat jadi samsak hidup warga.
Ia ditendang juga dipukuli warga yang terlanjur geram atas aksi penculikan yang dilakukannya beberapa waktu terakhir.
Penangkapan itu, juga ternyata dilakukan seorang anggota Unit Tipidum Satreskrim Polres Mojokerto yang sedang lepas dinas.
“Anggota ini sedang berboncengan naik motor dengan istrinya. Pas lihat pelaku, langsung dikejar dan dihentikan," ujar Kapolsek Pungging Iptu Selimat, dikutip dari Radar Mojokerto Minggu (16/2).
Selimat menjelaskan Penangkapan berawal ketika anggota polisi itu tak sengaja berpapasan dengan pelaku. MH langsung dicegat sebelum kabur lebih jauh.
"Awalnya pelaku nggak ngaku. Kemudian ditunjukkan video yang kelihatan motornya itu, baru dia ngaku," ungkapnya.
MH ditangkap tanpa perlawanan. Namun, warga yang dimintai tolong petugas mengamankan pelaku sempat menghadiahi MH dengan bogem mentah.
Baca Juga: Curi Dompet Guru TK di Jombang, Pria Asal Banyuwangi Dimassa Warga yang Geram
Di hadapan petugas, MH mengaku sudah beraksi lima kali di Mojokerto dan sekali di wilayah Sidoarjo. Seluruh korbannya bocah perempuan di bawah umur.
MH diduga kuat terlibat aksi penculikan bocah perempuan belakangan ini. Seperti siswi kelas 6 SD di Desa Balongmasin, Kecamatan Pungging, Mojokerto pada 14 Februari 2025 lalu.
Juga, siswi kelas 2 SDN Sawo 2 Kecamatan Kutorejo pada 24 Januari 2025 lalu. Korban yang masih berumur 8 tahun perhiasannya dirampas dan ditinggal sendirian di ladang tebu di Desa Bandarasri, Kecamatan Ngoro, Mojokerto.
Pada 12 Januari, siswi kelas 2 MI asal Desa Sumolawang Puri, jadi korban penculikan. Setelah anting emasnya dirampas, korban ditinggal pelaku di persawahan Desa Sumberwono, Kecamatan Bangsal, Mojokerto. (mjk/riz)
Editor : Achmad RW