RadarJombang.id – Z, 82, lansia asal Kecamatan Mojowarno tewas usai menabrakkan diri ke kereta api Bima di Dusun Johoclumprit, Desa/Kecamatan Sumobito Jombang, Sabtu (8/2) dini hari.
Diduga, ia nekat melakukan aksinya karena gejala pikun yang diderita.
’’Peristiwa itu berlangsung sekitar pukul 02.36,’’ kata Kapolsek Sumobito, AKP Bagus Tejo Purnomo.
Mulanya, Z datang ke dekat persimpangan rel KA Dusun Jogoclumprit menggunakan sepeda motor Honda Beat warna merah nopol S 2998 OAZ.
’’Yang bersangkutan ini tiba-tiba berjalan dengan motornya sekitar 100 meter dari persimpangan. Kemudian berhenti dan memarkir sepeda motornya di tengah rel kereta api,’’ terangnya.
Korban meninggalkan motornya dalam kondisi standby. Lampu sein dan kunci motor masih menyala.
’’Setelah itu, korban turun dan menabrakkan diri ke kereta api Bima Jurusan Jakarta - Stasiun Gubeng yang sedang melintas,’’ jelasnya.
Tabrakan itu membuat korban terlempar hingga beberapa meter dari lokasi awal.
Korban tewas seketika dengan luka parah pada bagian kepala dan kaki.
Saat awal ditemukan, tak ditemukan identitas apapun di tubuh korban.
Jasad korban sempat dibawa menuju RSUD Jombang.
Sebelum akhirnya pihak keluarga mengenali korban dari sepeda motor dan pakaian yang dikenakan.
’’Setelah dikenali pihak keluarga, karena memang murni bunuh diri, kami serahkan jasadnya kepada keluarga untuk dimakamkan,’’ terangnya.
Dari pemeriksaan yang didapat, polisi menyebut dugaan kuat Z nekat mengakhiri hidupnya karena linglung dan penyakit pikun yang ia derita.
Hal itu juga dikuatkan dengan pengakuan pihak keluarga dan warga sekitar rumahnya.
’’Riwayat almarhum linglung, suka berkendara memakai sepeda motor. Bahkan warga pernah menjemput almarhum ke Polsek di wilayah Blitar karena tidak bisa pulang, lupa jalan,’’ jelasnya. (riz/jif/riz)
Editor : Achmad RW