Kesaksian Korban Selamat: Hujan Deras Hingga Suara Retakan Kencang Muncul Sebelum Longsor Wonosalam Jombang

Achmad RW • Dipublikasikan Jumat, 24 Januari 2025 | 12:11 WIB
Sanimin, menunjukkan rumahnya yang kini rata dengan tanah akibat bencana tanah longsor Wonosalam Jombang
Sanimin, menunjukkan rumahnya yang kini rata dengan tanah akibat bencana tanah longsor Wonosalam Jombang

RadarJombang.id - Longsor yang menimpa 4 rumah dan merusak 1 lainnya di Dukuh Banturejo, Dusun Jumok Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Jombang jadi kejadian memilukan bagi para saksi hidupnya.

Salah satunya, adalah Sanimin, 72, korban selamat dari bencana longsor besar di Wonosalam Jombang itu.

Sanimin, yang kehilangan rumah beserta isinya dalam kejadian itu. Beruntung ia, istri dan keluarganya berhasil selamat dalam peristiwa itu.

Sanimin menjelaskan, sebelum tanah longsor itu terjadi, desanya itu memang diguyur hujan deras sejak Rabu sore.

Bahkan, Rabu (23/1) malam, dampak hujan itu sudah mulai terasa dengan air banjir yang sangat deras.

“Sampai masuk rumah tadi malam itu airnya, memang hujannya lebat sekali,” lontarnya.

Malam pun berlalu, hingga Kamis pagi, saat ia dan keluarganya memulai aktivitas, bencana tak terduga itupun terjadi.

Pagi itu, rumah Sanimin tengah penuh dengan anggota keluarganya.

Anak, mantu, dua cucu dan istrinya, tengah berada di rumah itu. Hujan, membuat anak, mantu dan cucunya itu memilih menginap di rumahnya.

“Nah waktu pagi, menantu saya ini baru mau mengeluarkan motor, tiba-tiba mendegar bunyi keras cethak! cethak! cethak! selama beberapa kali,” imbuhnya.

Suara itu, kemudian diikuti kemunculan longsoran besar dari tebing belakang rumahnya.

Sontak saja, teriakan longsor pun dilontarkan sejumlah warga, termasuk anak mantunya.

“Anak mantu saya ini berteriak longsor! longsor!. Saya akhirnya lari sekuat saya sampai di depan itu sama istri saya juga,” lontarnya.

Benar saja, hanya beberapa menit berlangsung, rumah miliknya itu rata dengan tanah. Beserta tiga rumah lain di sebelahnya.

Karena kejadian yang berlangsung sangat cepat itu, ia pun mengaku tak sempat menyelamatkan benda apapun di dalam rumahnya.

Seluruh harta bendanya ludes bersamaan dengan tanah yang mengubur huniannya itu.

“Ya tidak sempat bawa apa-apa, motor tiga di dalam itu, 5 karung cengkih kering, dagangan istri saya yang memang mracang semuanya ikut tertimbun,” jelas Sanimin.

Karena tak lagi punya rumah, Sanimin kini pun hanya bisa pasrah. Sementara, ia kini menghuni rumah anak kandungnya di desa lain yang tak terlalu jauh dari rumah lamanya itu.

Sembari menunggu tindaklanjut dari pemerintah setelah bencana tanah longsor itu terjadi.

"Ya sementara mondok dulu di rumah anak, kalau selanjutnya belum tahu lagi, masih pikir-pikir kalau mau tinggal di sini lagi,” pungkasnya.

Plt Kalaksa BPBD Jombang Wiku birawa Felipe Diaz Quintas menjelaskan, tanah longsor yang terjadi di Dukuh Banturejo, Jumok, Sambirejo, Wonosalam, Jombang itu memang disebabkan hujan deras yang mengguyur wilayah sekitar malam sebelum kejadian.

“Karena memang curah hujan yang tinggi, ini juga di belakang mereka ada tebing," ungkapnya.

Warga, juga disebut Wiku sebelumnya telah mengetahui jika ada potensi longsor pada wilatah itu, juga telah diminta untuk pindah. Namun mereka memilih bertahan.

"Sudah ada potensi dan masyarakat sudah diimbau (untuk meninggalkan lokasi,red). Namun dalam perkembangannya masyarakat belum mau pindah sampai kejadian ini terjadi,” ungkapnya. (riz)

Editor : Achmad RW
longsor Jombang korban selamat kesaksian Wonosalam