RadarJombang.id - Banjir menggenangi tiga desa di Kecamatan Mojoagung sepanjang Selasa (21/1) malam hingga Rabu (22/1) dini hari.
Banjir yang mencapai kedalaman tertinggi hingga 2 meter itu, disebabkan meluapnya dua sungai besar yang melintasi Mojoagung.
Salah satu titik banjir terparah, bisa ditemukan di Dusun Kebondalem, Desa Kademangan, Mojoagung Jombang.
Di desa ini, hingga Selasa malam air banjir terpantau menggenang hingga kedalaman 2 meter.
"Sejak pukul 22.00 itu air sudah naik, tapi mulai masum rjmah itu sekitar pukul 23.00," ungkap Umariani, 60, warga Karobelah.
Ia menyebut, air yang menggwnangi kampungnya itu berasal dari dua sungai yang melintasi desanya.
Yakni Sungai Catakbanteng dan Sungai Pancir.
"Ini air kiriman dari Wonosalam dan Kandangan Kediri, karena infonya di sana hujan lebat sejak sore," imbuhnya.
Ia menyebut, hingga Rabu dini hari air masih bertahan dengan ketinggian maksimal 2 meter di jalanan.
"Kalau yang di dalam rumah sekitar 80 sentimeter," rincinya.
Kendati cukup dalam, Umar dan warga lainnya memilih bertahan di rumahnya lantaran kondisi ktu disebutnya tidak terlalu parah.
"Tidak ada yang mengungsi, karena ya jaga rumah itu satu, dan memang sudah langganan," pungkasnya.
Terpisah, BPBD Jombang mencatat sepanjang Selasa hingga Rabu dini hari tadi ada sejumlah desa di 5 kecamatan di Jombanh yang terdampak banjir dengan ketinggian bervariasi.
"Data yang kami miliki, ada 5 kecamatan yang kena, Mojoagung ada 3 desa, Mojowarno 1 desa, Diwek 1 desa, Sumobito 1 desa dan Perak 1 desa," terang Imam Fauzi, petugas dari Pusdalops BPBD Jombang.
Dari keseluruhan itu, ketinggian air yang paling tinggi memang berada di Desa Kademangan Mojoagung.
"Untuk trennya turun dan yang paling parah memang di Kademangan, namun tidak ada warga yang mengungsi," imbuhnya.
Banjir itu, juga memang disebabkan intensitas hujan yang sangat tinggi di wilayah hulu sejumlah sungai besar.
"Untuk yang Mojoagung memang karena dua sungai besar, yakni Catakbanteng dan Pancir yang meluber karena hujan deras di wilayah hulu," pungkasnya. (riz)
Editor : Achmad RW