RadarJombang.id - Setelah sebelumnya menenggelamkan dua bocah di Kesamben, lubang galian di Jombang kembali menelan korban di Kecamatan Plandaan.
Muhammad Imam Aridho, 16, remaja asal Kecamatan Jatikalen, Kecamatan Nganjuk tewas tenggelam saat berenang bersama sejumlah rekannya, Jumat (13/12) sore.
Jasad korban ditemukan di dalam kuari bekas galian pasir di dekat Sungai Brantas Dusun Gebang, Desa Gebangbunder, Kecamatan Plandaan.
’’Kejadiannya sekitar pukul 15.00, lokasinya di bekas galian pasir Dusun Gedang, tapi sekarang dibuat kolam ikan,’’ kata Kepala Desa Gebangbunder, Basuki, kemarin.
Sore itu saat sedang hujan, korban bersama tiga temannya mendatangi lokasi.
’’Anak empat ke sana, yang tiga tidak nyebur. Dia sudah diingatkan namun tetap nekat hingga akhirnya tenggelam,’’ terangnya.
Sesaat setelah tenggelam, upaya pertolongan sempat diupayakan oleh salah satu warga di lokasi.
’’Ada pencari udang melihat anak-anak ramai terus didatangi, setelah tahu ada yang tenggelam dia memotong batang pisang, tapi sudah nggak ngatasi,’’ imbuhnya.
Jasad korban ditemukan sekitar pukul 15.30. Setelah rekan-rekan korban menghubungi ayah korban melalui telepon.
’’Anak-anak itu telepon ke bapaknya korban, terus dicari sendiri sama ayahnya dan ketemu,’’ ungkapnya.
Saat dievakuasi, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Setelah dinaikkan ke daratan, jasad korban dibawa menuju rumah sakit untuk dilakukan proses visum.
Baca Juga: Hilang Usai Pulang Ngaji, Kakak Beradik di Kesamben Jombang Ditemukan Tewas Tenggelam di Kubangan
Kejadian itu dibenarkan Kapolsek Plandaan Iptu Sartono. Pihaknya menyebut, kejadian itu memang berlangsung di dalam kuari bekas galian pasir di dekat sungai brantas.
’’Jasad korban sudah dilakukan pemeriksaan di rumah sakit, hasilnya tak ditemukan tanda penganiayaan di tubuhnya,’’ terangnya.
Setelah menjalani visum, jasad korban kemudian dibawa pulang ke rumah duka untuk dimakamkan. (riz/jif/riz)
Editor : Achmad RW