Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Sejumlah Siswa di Jombang Keluhkan Sakit Perut, Disebut Keracunan Jajanan Latiao

Wenny Rosalina • Kamis, 14 November 2024 | 14:19 WIB
Ilustrasi jajan latiao yang membuat sejumlah anak di Kesamben Jombang mengeluh sakit perut
Ilustrasi jajan latiao yang membuat sejumlah anak di Kesamben Jombang mengeluh sakit perut

RadarJombang.id – Beberapa anak di Kecamatan Kesamben Jombang mengeluhkan perut sakit setelah mengkonsumsi salah satu jajanan berjenis latiao.

Beruntung tak terjadi sesuatu yang mengkhawatirkan setelah berobat ke bidan desa setempat.

’’Anak saya hanya mencicipi, ambil cuma sehelai bukan makan sebungkus, malamnya merasakan sakit perut yang hebat,’’ kata sumber yang enggan disebutkan namanya, (13/11).

Jajan jenis latiao itu didapatkan dari kakak kelasnya dan dimakan setelah istirahat bersama temannya yang lain.

Jajanan tersebut dibeli dari sebuah kios di luar sekolah.

’’Temannya anak saya malah disertai mual karena makannya lebih banyak,’’ jelasnya.

Setelah mencari informasi, dia baru tahu bahwa jajan yang telah dikonsumsi anaknya memang berbahaya.

Bahkan sudah banyak dibicarakan di media sosial terkait banyaknya korban yang berjatuhan usai mengkonsumsi jajanan jenis latiao tersebut.

’’Saya berharap, dinas terkait memberikan edukasi lebih lanjut terkait jajanan yang aman dan tidak aman kepada para pedagang baik di dalam maupun di luar sekolah,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kesamben, dr Helena Agestine Mayangsari,  mengatakan, hingga kemarin belum ada yang mengeluhkan terkait hal tersebut ke puskesmas.

Namun ia memastikan, jika pihaknya memiliki agenda rutin untuk melihat jajanan yang ada di dalam sekolah.

Baca Juga: Rekomendasi Vitamin dan Suplemen untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh, Biar Nggak Gampang Sakit

’’Sejauh ini keluhan tersebut tidak ditemui dalam kunjungan Puskesmas Kesamben. Jika ada laporan atau keluhan, sedini mungkin akan kami tindaklanjuti dan tim puskesmas tetap melanjutkan sosialisasi ke sekolah-sekolah tentang jajanan yang aman atau yang harus dihindari,’’ jelasnya.

Jika ada keluhan, nantinya akan diselidiki lebih lanjut, untuk memastikan penyebab, apakah benar karena sebab makanan atau hal lain.

’’Kalau ada keluhan harus dipastikan pula penyebabnya dengan adanya pemeriksaan lanjutan, tidak hanya dengan dugaan saja,’’ ucapnya.

Sementara itu, dikutip dari Jawapos.com, Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, mengatakan, kejadian keracunan latiao telah dinyatakan sebagai kejadian luar biasa keracunan pangan (KLBKP) yang telah terjadi di tujuh wilayah di Indonesia.

Yaitu di Lampung, Sukabumi, Wonosobo, Tangerang Selatan, Bandung Barat, Pamekasan dan Riau.

’’Hasil pengujian laboratorium, berdasarkan pengujian terhadap produk yang diduga menyebabkan KLB, kami menemukan indikasi kontaminasi bakteri bacillus cereus pada produk latiao,’’ kata Taruna dalam konfrensi pers kepada wartawan, Jumat (1/11).

Pihaknya telah melarang sekaligus menarik produk olahan latiao dari pasaran. (wen/jif/riz)

 

 

Editor : Achmad RW
#Kesamben #Jajanan #latiao #Jombang #keracunan #sakit perut