RadarJombang.id – Ratusan siswa dan wali siswa Madrasah Aliyah (MA) Darul Faizin Desa Catak Gayam Kecamatan Mojowarno Jombang mendemo sekolahnya sendiri, Rabu (13/11) siang.
Mereka menuntut ketua yayasan mundur dari jabatannya karena dianggap semena-mena dan arogan.
Siswa juga mendesak kepala sekolah mundur karena diduga melakukan aksi cabul melecehkan sejumlah siswi.
Pantauan di lokasi, massa mulai masuk ke lingkungan madrasah pukul 09.45, dengan membawa sepanduk dari kertas bernada protes. Lengkap dengan toa untuk menyuarakan aspirasinya.
Menurutnya, ketua yayasan yang baru dinilai arogan, dan membuat keputusan yang terkesan memaksa.
Seperti mewajibkan siswanya untuk tinggal di pondok, untuk menghafalkan tiga surat pilihan sebagai salah satu syarat kelulusan.
”Ketua yayasan sangat arogan, seperti saat hari santri kemarin, ada teman kami yang tidak pakai baju putih, dipukul pakai tongkat,” kata Ainul Yaqin salah satu siswa kelas 12.
Program itu tidak disepakati siswa karena dinilai memberatkan, apalagi selama mondok, siswa harus membayar Rp 150 ribu per minggu untuk konsumsi tiga kali sehari.
”Ada program incip pondok satu minggu dengan cara memaksa, kalau gak ikut dikeluarkan,” jelasnya.
Diskusi bersama berjalan alot, tidak hanya program yang terkesan memaksa, dan sikap ketua yayasan yang dinilai arogan saja, muncul dugaan pelecehan yang dilakukan kepala madrasah yang diungkapkan sejumlah siswi selama mediasi.
”Saat saya salim setelah solat, saya dipeluk, lalu pinggang dicolek,” ungkap salah satu siswi sembari menangis.
Beberapa siswi lain juga mengungkapkan hal yang sama, merasa dilecehkan dan dibuat tak nyaman dengan dipeluk di bahu, juga mencolek pinggang.
”Saya yatim, saya pernah dikatain yatim yang kufur nikmat oleh ketua yayasan,” ungkap siswa yang lain.
Sejumlah wali siswa juga rasan-rasan, saat parkir madrasah dikenakan tarif Rp 1.000 per hari, setelah tidak disetujui siswa, atap parkir yang harusnya untuk meneduhkan diambil.
”Ditepuk di pundak apa itu pantas, dilecehkan seperti tindakan cabul, kepala madrasah dan ketua yayasan sangat tidak berakhlaqul karimah,” ungkap Fitri, salah satu wali siswa.
Ia juga mendapatkan laporan jika ada salah satu siswa yang ditantang oleh ketua yayasan, menyandera guru setelah wali murid dan murid mendatangi penasehat yayasan.
”Ada guru yang disandera, tidak boleh pulang setelah tahu kami ke penasehat, bukankan itu tidak pantas,” katanya.
Jika tuntutan itu tidak diindahkan, maka pihaknya bakal melaporkan hal ini ke Kemenag Jombang.
”Di sini ada yang saudaranya mau bantu lapor ke depag kalau tidak dilakukan, yang pasti harus dituruti,” katanya.
Ditemui terpisah, Ahmad Syiarudin, Ketua Umum Yayasan Darul Faizin Catak Gayam Mojowarno mengatakan, tidak dapat menjanjikan jika jabatan ketua yayasan yang sekarang diembannya bakal lengser.
”Untuk tuntutan ketua yayasan bagian dari internal, tidak bisa, tapi ini akan jadi evaluasi,” katanya.
Sementara terkait kepala madrasah, pihaknya akan menggelar rapat evaluasi untuk membuat kebijakan yang baik dan adil.
Ia juga bakal membentuk tim pencari fakta yang melibatkan wali siswa untuk menggali apakah fakta yang diadukan siswa tersebut dapat dipertanggungjawabkan atau tidak.
Baca Juga: Tabungan PKK Diembat, Rumah Perangkat Desa di Jombang Jadi Sasaran Demo
”Kami akan berjanji bikin tindakan tindakan yang terarah dan terukur,” ungkapnya.
Soal pelecehan yang diduga dilakukan kepala madrasah, ia juga akan mendalami hal tersebut, ia berharap, hal tersebut tidak terjadi.
”Ini akan kami dalami. Bolak-balik kami sampaikan, kalaupun itu terjadi ini saya harap ini yang terakhir, tapi tetap berharap ini tidak terjadi. Namun kami tidak ingin menutup fakta,” jelasnya. (wen/riz)
Editor : Achmad RW