RadarJombang.id - Keluhan bau busuk yang muncul atas aktivitas pabrik bulu ayam di Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh, Jombang diakui pihak perusahaan.
Pihak perusahaan, juga mengakui adanya kerusakan pada fasilitas pabrik yang mememperburuk bau busuk itu.
Hal itu, diungkapkan Agus Wijaya Penanggung Jawab CV Aisyah Anugerah Mulia, pabrik bulu ayam yang jadi biang kerok bau busuk yang dirasakan warga.
“Pabrik kita ini bergerak di pengolahan bulu ayam, untuk dijadikan tepung,” ungkapnya.
Pihaknya tak menampik perihal perusahaannya yang sudah beroperasi selama hampir satu tahun atau sejak Agustus 2023 lalu.
Termasuk soal dampak bau busuk yang ditimbulkan.
“Untuk bau yang terjadi, memang ada dan kita akui,” sebutnya.
Bau itu ditimbulkan dari proses produksi.
Selain itu, salah satu penyebab bau yang muncul semakin parah beberapa bulan hingga beberapa minggu terakhir, karena ada kerusakan alat.
“Memang kita akui ada kebocoran pipa, sudah ditangani, cuman memang sudah terlanjur bau,” imbuh dia.
Kendati demikian, pihaknya beralasan telah melakukan perbaikan dengan menambah sejumlah alat penyaring.
Baca Juga: Polemik Pabrik Pupuk Caplok JUT di Jombang: Petani Tetap Minta JUT Difungsikan Seperti Sedia Kala
Meski ternyata hal itu juga tak bisa mengatasi dampak bau yang ditimbulkan cukup lama.
“Kita selalu mengupayakan mengurangi bau tersebut. Secara teknis kita ada Wet Scrubber Pak. Ini untuk menyaring bau tadi dan mengurangi bau tersebut,” lontar Agus.
Bahkan menurutnya, pabrik datang dengan masalah bau itu hal yang wajar.
Karena menurutnya, tak ada di dunia pabrik yang bisa bersih tanpa polusi.
“Kita bisanya upaya mengurangi (bau, Red) saja, Kita tidak janji hilang bau, karena tidak bisa. Yang namanya pabrik apapun, tidak mungkin zero pollution,” imbuhnya.
Sementara, John HRD CV Aisyah Anugerah Mulia, mengaku sudah mendatangkan ahli untuk mengurangi bau menyengat.
“Kami juga sudah mendatangkan ahli dari ITS untuk mengurangi bau. Namun kami butuh waktu untuk analisanya, mohon bersabar,” pungkasnya. (riz/bin/riz)
Editor : Achmad RW