RadarJombang.id – Seorang santri asal Jakarta tewas setelah tubuhnya tersambar kereta api di rel KA Desa Glagahan, Kecamatan Perak, Jombang Jumat (23/3) malam.
Remaja berusia 15 tahun yang juga santri Pondok Pesantren Gadingmangu Perak, Jombang ini sedang berselfie di pinggir rel kereta saat kejadian berlangsung.
Kapolsek Perak AKP Kasnasin menjelaskan, kejadian nahas yang menimpa santri asal Jakarta itu berlangsung sekitar pukul 21.45.
Malam itu, korban bernama Alexa Maulana Achmad, 15, santri asal Koja, Jakarta Utara sedang pergi bersama dua rekannya menuju rel KA di Desa Glagahan.
Keduanya adalah M Alif Firmansyah, 15 dan Bima Qori Firdaus, 15.
“Ketiganya pergi dari pondoknya mengendarai motor, kemudian motornya diparkir di Balai Desa Glagahan,” terang Kasnasin.
Ketiganya, kemudian menyebrang jalan nasional dan nongkrong di pinggir rel kereta.
“Pengakuan mereka memang mau nongkrong sambil mau selfie dengan latar belakang kereta maunya,” lanjutnya.
Ketiganya pun berpencar mencri spot foto terbaik. Hingga beberapa saat kemudian, sebuah kereta api berjalan dari arah barat ke arah timur mendekati mereka.
“Salah satu teman mereka tahu ada kereta, kemudian berteriak kepada dua rekannya yang lain,” tambahnya.
Teriakan rekannya itu, didengar satu teman korban, namun tidak dengan Alexa yang justru tak menghiraukannya.
Baca Juga: Tubuh Pria Paro Baya di Jombang Hancur Tersambar Kereta Api, Diduga Nekat Tabrakkan Diri
“Karena korban tak mendengar teriakan itu, korban kena serempet kereta api, mengalami luka berat dan meninggal di lokasi kejadian,” tambahnya.
Jasad korban, juga sempat terpental hingga 10 meter jauhnya dari lokasi kecelakaan.
Polisi yang datang, kemudia mengevakuasi jasad korban ke RSUD Jombang untuk dilakukan visum sebelum diserahkan ke pihak keluarga. (riz)
Editor : Achmad RW