RadarJombang.id - Demam berdarah dengue (DBD) di Dusun Betek Selatan, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Jombang sudah merenggut 2 nyawa.
Korban kedua DBD di Mojoagung Jombang, adalah balita atas nama Marvelo Lazio,3, balita yang sehari sebelumnya dinyatakan dalam kondisi kritis.
Sedangkan korban DBD pertama di Mojoagung, adalah Fahmi, siswa kelas 3 SDN 2 Betek, meninggal Sabtu (17/2) usai dirawat di RSUD Gambiran Kota Kediri.
’’Balita atas nama Marvelo meninggal kemarin (Selasa, 20/2) sekitar pukul 18.00 WIB,’’ kata Kepala Desa Betek, M Faruq.
Marvelo masuk RSUD Jombang pada Senin (20/2) dalam kondisi yang lemas dengan ciri-ciri DBD.
Belum genap satu hari menjalani rawat inap, Marvelo dinyatakan meninggal pada Selasa malam.
Usai kematian dua anak di desanya, fogging di Desa Betek baru akan dilakukan mulai hari ini hingga Sabtu.
Targetnya, dalam tiga hari tersebut, seluruh wilayah Desa Betek sudah mendapatkan fogging.
’’Hari ini kami sudah bersih-bersih lingkungan, dan akan dilakukan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) secara rutin sebagai upaya antisipasi,’’ jelasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Jombang, Haryo Purwono, mengaku belum menerima laporan terkait meninggalnya balita Marvelo akibat DBD.
’’Kami belum bisa kontak dengan rekam medisnya RSUD Jombang, dijanjikan besok (hari ini),’’ katanya. (wen/jif)
Editor : Achmad RW