RadarJombang.id - Wardi, 54, pria asal Desa Kesamben,Kecamatan Ngoro Jombang ditemukan tewas hanyut di sungai Desa Gajah, Kecamatan Ngoro Kamis (15/2) pagi.
Diduga kuat, korban tewas karena sakit hingga akhirnya hanyut saat mandi di sungai.
Kapolsek Ngoro AKP Subandrio menjelaskan, penemuan jasad Wardi itu, bermula dari kecurigaan warga.
Kamis pagi itu, warga melihat sepeda motor, sarung dan pakaian korban tergeletak di pinggir sungai Dusun Tugu, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro.
“Pagi itu, ada warga yang melihat motor dan pakaian korban, namun korban tidak di situ, padahal setiap hari memang seringkali mandi di sungai itu korban ini,” lanjutnya.
Upaya pencarian pun dilakukan kepada Wardi. Namun, sekitar pukul 09.00, jasad Wardi akhirnya ditemukan sudah dalam posisi meninggal dunia.
“Korban ditemukan di aliran sungai itu, namun di Dusun Tamanan, Desa Gajah, Kecamatan Ngoro, posisinya sudah meninggal dunia dan terapung di sungai,” imbuhnya.
Jasad korban, kemudian dievakuasi dari dalam sungai dan diidentifikasi. Hasil pemeriksaan petugas kesehatan dan INAFIS Polres Jombang, dipastikan tak ada bekas tanda penganiayaan di tubuh korban.
“Diduga korban meninggal dunia karena sakit saat mandi di sungai, sehingga kemudian hanyut,” lontarnya.
Hal itu, menurut Subandrio juga dikuatkan dengan pengakuan keluarga korban yang menyebut Wardi memiliki riwayat penyakit.
“Informasi dari anaknya, korban ini menderita hipertensi dan penyakit jantung, dan harus mengonsumsi obat setiap hari. Itulah yang diduga jadi penyebab kematiannya,” lontarnya.
Pihak keluarga korban, juga disebut Subandrio sudah mengikhlaskan kematian Wardi dan tak berkenan jasad korban diotopsi.
“Jasadnya kemudian diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan,” pungkasnya. (riz)
Editor : Achmad RW