RadarJombang.id - Mata siswa salah satu SD di Kecamatan/Kabupaten Jombang rusak.
Mata korban rusak setelah terlempar potongan kayu di dalam kelas saat jam kosong pada Selasa (2/1) lalu.
Menurut Erna Widyawati, orang tua korban, kejadian nahas yang merusak mata anaknya itu berlangsung di lingkup sekolah.
’’Mata anak saya sampai sekarang belum sembuh, pengelihatannya tak lebih dari 20 persen,’’ ungkap kemarin.
Erna berkisah, saat itu baru masuk usai libur panjang semester ganjil. ID tidak ingin bersekolah hari itu, karena merasa tidak enak badan.
Namun karena baru awal masuk sekolah, Erna meminta agar sang anak tetap sekolah.
Sesampainya di sekolah, ID langsung mengikuti kegiatan seperti biasa. Pukul 11.00 WIB saatnya mata pelajaran pendidikan diniyah, pembimbing yang harusnya mengisi tidak masuk, dan kelas 4B dibiarkan kosong.
Anak-anak bermain dalam kelas. Saat itu, ID sedang melihat temannya bermain kartu.
Di saat bersamaan, teman lain bermain bola plastik dan dipukul menggunakan kayu atau gagang sapu.
Saat dipukul ke lantai, gagang sapu patah, dan patahan gagang sapu terlempar mengenai mata kanan ID.
’’Ini bukan sekali, sudah dua kali anak saya terluka akibat cara main GN yang kasar,’’ kata Erna.
Baca Juga: Jadi Korban Bullying, Dua Siswa Diberi Dampingan Psikologis
Setelah itu, ID pingsan, dibopong sesama temannya ke UKS dari lantai dua ke lantai satu.
Oleh wali kelas 4B, ID hanya diberi obat untuk menghentikan sedikit darah yang keluar di bagian bawah matanya.
Yang Erna sesalkan, saat itu tidak ada kabar dari sekolah jika anaknya mengalami kecelakaan. Ia baru tahu ketika menjemput ke sekolah sekitar pukul 12.30 WIB.
’’Saat itu bukan saya sendiri yang jemput. Saya minta tolong teman karena saya sedang ada kesibukan di kantor," lontarnya.
Ia, juga berupaya mencari di sekolahnya, namun ID tidak ketemu. Ternyata anaknya itu posisinya sudah tergeletak di UKS.
"Saya kira demam karena dia sebelum sekolah memang sambat tidak enak badan, tidak tahunya malah kecelakaan. Gitu kok gak disampaikan ke saya sejak awal,’’ ungkapnya kesal.
Mengetahui kondisi mata anaknya yang bengkak, ID langsung dilarikan ke RSUD Jombang. Sempat rawat inap empat hari, tapi tak kunjung dapat solusi.
’’Lalu saya bawa berobat ke RS Mata Undaan, SUrabaya,’’ jelasnya.
Saat ini, ID sudah menjalani satu kali operasi, untuk memperbaiki glaukomanya. ’’Glaukoma rusak, retina rusak, syarafnya morat-marit, hancur hati saya,’’ ucapnya.
Proses mediasi juga dilakukan pada Senin (15/1). Saat itu, dipertemukan orang tua ID dan GN, bersama pihak sekolah dan komite sekolah.
Ia pun berharap pelaku dan orang tuanya mau untuk menanggung biaya pengobatan anaknya itu sampai sembuh total. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW