RadarJombang.id – Proses pencarian Alvian Andi Wahyudi, 19, pemuda yang tenggelam di Bendung Balongsono, Desa Talunkidul, Kecamatan Sumobito berakhir Minggu (21/1) siang.
Pemuda asal Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Jombang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim SAR gabungan.
”Ditemukan sekitar pukul 12.40 dalam kondisi meninggal dunia. Lokasinya masih di sekitar titik hilangnya korban, antara jarak 4-5 meter,” terang Andi Pamuji, Dantim Operasi SAR dari Basarnas Surabaya.
Andi menambahkan, pencarian di hari kedua (21/1) pihaknya mengerahkan empat unit perahu karet.
”Ada empat SRU yang kita kerahkan, ada yang di Bendung Balongsono, ada yang di hilir juga, termasuk di beberapa ratus meter dari TKM,” lanjutnya.
Pihaknya menjelaskan, operasi pencarian korban memang menemui sejumlah kendala.
Kendala yang paling utama, adalah debit air di lokasi yang besar dan lokasi pencarian yang dekat dengan bendungan.
”Karena tadi tidak bisa langsung dilakukan dengan cara manual, kita harus buka bendungannya untuk mengurangi debit, baru pencarian bisa dilanjutkan,” imbuhnya.
Upaya petugas membuahkan hasil. Setelah melakukan penyisiran berjam-jam, sekitar pukul 12.40 korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Setelah dievakuasi, jasad korban kemudian dibawa ke Puskesmas Sumobito untuk dilakukan visum luar.
”Dari pemeriksaan tidak ditemukan bekas tanda penganiayaan. Korban dipastikan meninggal dunia karena tenggelam,” terang Kapolsek Sumobito AKP Sulaiman saat dikonfirmasi.
Baca Juga: Pamit Beli Jajan, Balita di Jombang Tewas Tenggelam di Kalibening
Usai dilakukan visum, jasad korban diserahkan ke pihak keluarga di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung untuk dimakamkan.
Seperti diberitakan sebelumnya, Alvian Andi Wahyudi, 19, remaja asal Desa Betek, Kecamatan Mojoagung dilaporkan tenggelam saat mandi bersama sejumlah teman-temannya di Bendung Balongsono, Desa Talunkidul, Kecamatan Sumobito, Sabtu (20/1) sore.
Kejadian itu dilaporkan ke perangkat desa dilanjutkan ke pihak kepolisian dan tim SAR. (riz/naz)
Editor : Achmad RW