Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Balita di Jombang Meninggal Dunia Usai DIsengat Ratusan Tawon Vespa, Ibu dan Neneknya Masih Dirawat

Achmad RW • Sabtu, 9 Desember 2023 | 14:58 WIB
Petugas Damkar saat berdialog dengan Kepala Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang dan keluarga korban yang tersengat Tawon vespa,
Petugas Damkar saat berdialog dengan Kepala Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang dan keluarga korban yang tersengat Tawon vespa,

JOMBANG – Nasib tragis menimpa DEP, 3, seorang balita di Dusun Ngemplak, Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben, Jombang yang meninggal dunia karena sengatan tawon vespa.

Tak hanya dirinya, ibu dan neneknya yakni Sumilah, 37, dan Sukarti, 50, juga mendapat serangan tawon vespa.

Dua korban sengatan tawon vespa ini, bahkan masih harus dirawat di fasilitas kesehatan.

Khamim, ketua RW 4 Dusun Ngemplak mengatakan, peristiwa nahas itu bermula pada Kamis (7/12) siang lalu.

Siang itu, DEP beserta ibu dan neneknya tengah berjalan menuju jalan di belakang rumahnya. Ketiganya, bermaksud pergi ke rumah tetangganya.

Saat melintas di dekat rumpun bambu, pemilik saat itu sedang memotong bambu dan sarang tawon vespa sedang ada di atasnya.

"Asal mulanya tawon vespa itu di bambu, nah posisi bambunya itu dipotong, maksudnya membersihkan jalan,” ungkapnya Jumat (8/12).

Bambu yang jadi sarang tawon vespa itupun jatuh tak jauh dari DEP, ibu dan neneknya yang sedang berjalan kaki.

“Ya anaknya dikerubuti dan disengat tawon, ibunya juga berupaya melindungi, kena sengatan juga, begitupun dengan neneknya,” lontarnya.

Akibat sengatantawon vespa itu, Sumilah dan Sukarti dibawa ke Puskesmas Kesamben untuk mendapatkan perawatan.

Sedangkan DEP dilarikan ke RSUD Jombang karena mengalami luka parah akibat sengat lebah.

Baca Juga: Produksi Lebah Klanceng Dari Wonosalam yang Berkhasiat juga Kaya Manfaat

Putri sulung Sumilah itu akhirnya meninggal dunia Jumat sore, sekitar pukul 16.00.

 "Korban meninggal di rumah sakit. Ini tadi habis magrib sudah dimakamkan. Kalau ibu dan neneknya masih dirawat," kata Khamim.

Kapala Dusun Ngemplak, Adis Umayanto mengatakan, sarang tawon langsung dievakuasi warga setelah menyengat satu keluarga.

Saat ini, pihak pemerintah desa telah meminta bantuan petugas BPBD Jombang untuk mengevakuasi satang tawon lainnya di Desa Podoroto.

"Kalau kemarin itu sudah dievakuasi oleh warga, sempat dibakar juga. Namanya tawon kan masih ada, meski sarangnya sudah tidak ada. Ini tadi meminta BPBD untuk mengevakuasi sarang lainnya," ucapnya. (riz)

Editor : Achmad RW