JOMBANG – Aksi Pencurian jagung di areal persawahan meresahkan warga di Kabupaten Jombang.
Dalam sepekan ini, ada dua dua desa di dua desa berbeda yang jadi korban pencurian jagung ini.
Pertama, sawah di Dusun Kalijaring, Desa Kalikejambon, Kecamatan Tembelang dan kedua di Desa Denanyar, Kecamatan/Kabupaten Jombang.
“Ada sekitar banon 50-70 yang jadi sasarannya, di dua sawah berbeda milik warga saya,” terang Ahmad Iswahyudi Kepala Desa Kalijekambon.
Pencurian yang melibatkan banyak orang itu diduga dilakukan Minggu (5/11) malam hingga Senin (6/11) dini hari.
“Ada saksi yang melihat terduga pelaku memarkir truk di pinggir sawah sejak sore, dibawa truk, orangnya juga banyak,” lontarnya.
Mereka, juga menyasar wilayah tanaman jagung yang lokasinya agak di tengah sawah.
Aksi yang berlangsung malam, membuat mereka dengan leluasa mengambil jagung langsung dari bonggolnya.
“Yang diambil yang sudah tua, siap panen, kalau yang diambil sekitar 6 kuintal. Kemarin juga sudah dilaporkan polisi dan sudah dilakukan olah TKP,” tegasnya.
Pencurian kedua, dialami Kholidun, petani di Desa Denanyar, Kecamatan/Kabupaten Jombang.
Baca Juga: Warga Malang Bonyok usai Dimasa Gegara Curi Motor di Jombang
“Diketahuinya Rabu (8/11) pagi, tapi kejadiannya antara Selasa malam sampai Rabu dini hari,” ungkap Abdul Qohar perangkat Desa Denanyar.
Rabu pagi, ia menyebut Kholidun yang datang ke sawah dikejutkan banyaknya jagung terkupas dari kulitnya di luar sawah.
Kondisi sawah yang diterjang para pencuri juga terlihat membentuk jalan ke dalam areal tanaman jagung.
“Karena curiga, dicek ke dalam, ternyata sudah habis, jagungnya juga siap panen,” lontarnya.
Dari pendataan sementara, seperempat tanaman jagung miliknya digondol maling. “Kerugian sekitar Rp 2 juta,” pungkas Qohar. (riz/bin/riz)
Editor : Achmad RW