Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Hilang Tiga Hari, Jasad Pria Ini Ditemukan Tewas Mengambang di Bawah Jembatan Ploso Jombang

Achmad RW • Kamis, 2 November 2023 | 23:34 WIB
Poses evakuasi jasad ESC dari sungai brantas di bawah Jembatan Ploso, Jombang
Poses evakuasi jasad ESC dari sungai brantas di bawah Jembatan Ploso, Jombang

JOMBANG – Jasad seorang pria ditemukan mengambang di sungai brantas di bawah Jembatan Ploso Lama Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso Kamis (2/11) pagi.

Jasad pria itu, akhirnya dikenali sebagai Eko Sulis Cahyono, 37, seorang warga Desa Tanggungkramat, Kecamatan Ploso yang sudah dilaporkan hilang selama 3 hari terakhir.

Penemuan jasad pria itu, diketahui sekitar pukul 09.00. Pagi itu, bau busuk tercium dari bawah Jembatan Ploso Lama.

“Ternyata setelah dicek memang ada mayat pria tertelungkup di sana, sudah mulai mengembung kondisinya,” terang Kapolsek Ploso Kompol Purwo Atmojo Rumantyo.

Purwo menjelaskan, saat ditemukan jasad Eko itu diketahui dalam kondisi tak memakai baju.

Saat ditemukan, ia hanya menggunakan celana jeans pendek berwarna hitam dengan rambut agak gondrong.

“Saat ditemukan tidak diketemukan identitasnya, setelah dievakuasi jasadnya langsung dibwa ke RSUD Jombang untuk dilakukan visum dan identifikasi,” lanjutnya.

Hingga Kamis (2/11) sore, polisi akhirnya berhasil menemukan identitas jasad pria itu melalui pengecekan sidik jari.

Ia, diketahui adalah Eko, yang sudah hilang selama 3 hari terakhir.

“Setelah diketahui, pihak keluarga dipanggil dan memang mengakui kalau itu anggota keluarganya yang hilang,” imbuh Purwo.

Dari pemeriksaan tubuhnya, Purwo menyebut tak menemukan bekas tanda penganiayaan di tubuh Eko.

Baca Juga: Jasad Bocah Hanyut Ditemukan, Lokasinya 7 Km Dari Tempat Korban Hilang

Namun, dari pengakuan keluarga disebutnya ada indikasi ia adalah korban bunuh diri.

“Jadi posisi korban ini menderita depresi, sehingga kemungkinan apakah meloncat ke brantas atau bagaimana begitu. Karena tidak ada bekas tanda penganiayaan,” lontarnya.

Pihak keluarga, juga telah mengikhlaskan kematian Eko, dan meminta jasadnya tak diotopsi.

“Ini sedang diproses untuk bisa dipulangkan ke keluarga dan dimakamkan secara layak,” pungkasnya. (riz)

Editor : Achmad RW
#Jombang #Jembatan Ploso #jasad #Mengambang