JOMBANG – Puluhan warga Dusun Pacul Gowang, Desa Jatirejo, Kecamatan Diwek, Jombang diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan yasinan.
Mereka pun dilarikan ke fasilitas kesehatan, dan tampak masih terbaring lemas saat dirawat di Puskesmas Cukir, kemarin (18/9).
Pantauan di Puskemas Cukir, tampak sejumlah warga baik dewasa dan anak-anak terbaring lemas di Ruang Kenikir 1 dan Kenikir 2. Beberapa tampak masih dipasang infus dan mengalami pusing.
Mustakim, 55 salah satu pasien menceritakan, kejadian bermula usai dirinya menyantap kudapan dari yasinan rutin Kamis (14/9) malam.
Esok harinya, Jumat (15/9) pagi, dirinya merasa mual-mual diikuti dengan diare hebat.
”Kemudian badan terasa lemas dan panas, akhirnya Jumat siang saya dibawa keluarga ke sini (Puskesmas Cukir, Red)’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.
Ia merasa mual-mual setelah menyantap beberapa makanan dari pengajian salah satu warga setempat.
Dalam kudapan yang dimaksud, ada beberapa menu yang disajikan mulai nasi, krengsengan, somai dan lain-lain.
Namun, dari beberapa jenis yang dimakan, ia mencurigai somai yang membuat mual-mual.
”Karena saat makan somai terasa sedikit pahit. Akhrinya saya cuma ambil telur dan kentang saja,’’ tambahnya.
Dari total 60 jamaah yang mengikuti pengajian, lanjut dia, sebagian besar mengalami hal mirip dirinya.
Mulai mual, muntah, diare hingga demam. ”Sebagian ada yang rawat jalan, ada yang opname di RSNU dan lain-lain,’’ jelas dia.
Kini, kondisinya berangsur membaik. Ia juga bisa berjalan dan berkomunikasi dengan normal.
”Insya Allah hari ini sudah diperbolehkan pulang, karena sudah membaik,’’ tegasnya.
Warga menduga penyebab keracunan massal di Dusun Pacul Gowang, Desa Jatirejo, Kecamatan Diwek disinyalir dari kudapan somai kemasan usai warga mengikuti kegiatan yasinan.
”Jadi kemarin keluarga saya dapat berkat nasi dan siomai di dalamnya. Kalau nasinya tidak apa-apa, tapi kemungkinan yang membuat mual-mual, dan diare itu siomai,’’ ujar salah satu warga.
Sembari mewanti-wanti meminta namanya tak disebutkan, ia menyebut jika somai yang dimaksud rasanya hampir sama dengan somai-somai lainnya.
Namun, kebanyakan warga yang menyantap siomai kemasan tersebut mengalami gejala serupa.
”Katanya pesan dari luar alias tidak membuat sendiri,’’ jelas dia.
Dari puluhan warga yang mengalami keluhan sejak Jumat (15/9), hampir semua sudah sembuh.
”Sebagian besar sudah sembuh, sudah beraktifitas normal hari ini,’’ tegasnya. (ang/bin/riz)
Editor : Achmad RW