Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Pedagang Pasar Tunggorono Keluhkan Debu Pabrik Kayu yang Ganggu Aktivitas Warga

Anggi Fridianto • Senin, 11 September 2023 | 14:07 WIB
Pedagang Pasar Tunggorono menunjukkan limbah debu yang menumpuk di pasar
Pedagang Pasar Tunggorono menunjukkan limbah debu yang menumpuk di pasar

JOMBANG – Sejumlah pedagang Pasar Tunggorono di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang mengeluhkan pencemaran limbah debu serbuk kayu.

Debu itu, diduga bersumber dari pabrik pengolahan kayu di wilayah setempat.

Selain mengotori lingkungan sekitar, banyaknya debu yang bertebaran juga menganggu pernapasan warga.

Pantauan di lokasi, tampak debu serbuk kayu menumpuk tebal di beberapa atap lapak pedagang Pasar Tunggorono.

Hari Wismono, 68, salah satu pedagang daging mengatakan, polusi debu serbuk kayu itu mulai dirasakan warga sejak satu bulan ini.

”Kalau ada angin debu itu sampai ke mana-mana. Dari pagi, siang, sore malah parah kalau ada angin,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang sembari menunjukkan debu serbuk kayu di tangannya.

Keberadaan debu sangat menganggu aktivitas jual beli di pasar. Selain mengotori lingkungan, pengunjung pasar juga terganggu dengan banyaknya debu yang bertebaran, terlebih saat diterpa angin kencang.

”Dampak yang saya rasakan tidak hanya mengotori barang dagangan namun juga mengganggu pernapasan dan membuat mata pedih. Saya sampai pakai kacamata,” tambahnya.

Disinggung asal debu serbuk kayu itu, ia menduga debu berasal dari kegiatan pabrik pengolahan kayu yang tak jauh dari wilayah setempat.

”Darimana lagi, soalnya pabriknya kan di selatan, jadi pas kena angin ke utara jatuhnya ke sini,” papar dia.

Ia mengaku, dampak debu itu tak hanya menimbulkan keluhan pedagang Pasar Tunggorono.

Beberapa warga yang rumahnya berdekatan dengan area pabrik ikut terdampak.

”Orang-orang desa sudah laporan tapi tidak tahu kelanjutannya,”  jelas dia.

Sejak berjualan 1995 silam, Hari mengaku polusi debu hampir terjadi setiap tahun khususnya saat musim panas disertai angin seperti ini.

”Setiap tahun hampir ada, tapi tidak separah ini,’’ pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan, Yusnan, 60, pedagang Pasar Tunggorono lainnya.

Akibat debu serbuk kayu, beberapa hasil cat kendaraan motornya terganggu.

”Kebetulan ini kan ngecat bodi motor. La kalau saya jemur di sini hasilnya rusak kena debu serbuk kayu ini,’’ ujar dia.

Ia mengaku, selama satu bulan ini hasil kualitas catnya menurun akibat terkena debu serbuk kayu.

”Harapan kami pihak terkait segera mencarikan solusi agar tak merugikan masyarakat kecil seperti kami,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kades Tunggorono Didik Dwi Mulyawan belum bisa memberikan keterangan secara rinci terkait keluhan pedagang Pasar Tunggorono.

”Kalau memang ada pedagang bilang seperi itu sah-sah saja. Mungkin bisa konfirmasi dengan kepala pasar. Karena pasar bukan wewenang saya,” ujar dia.  

Begitupun jika ada warga yang mengeluhkan terkait debu itu, ia meminta wartawan konfirmasi ke RT setempat.

”Kalau memang sudah dilaporkan ke pemdes, moggo konfirmasi ke pak RT setempat saja," tandas Didik. (ang/naz/riz)

 

Editor : Achmad RW
#pasar tunggorono #Jombang #pedagang #Serbuk Kayu